SEJARAH SINGKAT UNIVERSITAS YARSI

 

Universitas YARSI didirikan oleh Yayasan Rumah Sakit Islam Indonesia (YARSI) pada awalnya sebagai Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI pada tanggal 15 April 1967 dengan satu program studi kedokteran. Pendirian Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI bertolak dari keprihatinan atas langkanya tenaga medik di Indonesia dan masih sangat terbelakangnya umat Islam dalam berpartisipasi di bidang pelayanan dan pendidikan kesehatan. Pada saat itu di Jakarta belum ada satu pun lembaga pendidikan kedokteran dan rumah sakit yang dikelola oleh lembaga Islam. Dalam perjalanannya, pada tahun 1969, sesuai dengan ketentuan undang-undang nomor 22 tahun 1961, lembaga ini berubah menjadi Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI. Dengan adanya lembaga pendidikan ini, terbuka kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mendapat pendidikan kedokteran dengan bekal iman Islam yang membimbing manusia akan hakekat kehidupan yang pada dasarnya hanya mencari keridhoan ALLAH SWT.

1968 – Peletakan Batu Pertama Oleh Bu Tien Soeharto

Universitas YARSI menempati areal kampus strategis di jalan Letnan Jenderal Suprapto, Cempaka Putih Jakarta Pusat yang menempati areal seluas 2,5 ha. Dengan modal yang dimiliki,Universitas YARSI berusaha mengoptimalkan aset yang ada untuk berkomitmen dan berkonsentrasi dalam proses pembelajaran bagi mahasiswa. Pihak Yayasan YARSI sampai tahun 2009 sudah dapat membangun 5 menara yang sangat megah, dengan 14 lantai yang representatif, serta beberapa gedung lain yang menurut rencana dibangun untuk mendukung semua kegiatan pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

1971- Gedung Pertama Universitas YARSI

Pada saat awal berdiri tahun 1967, Universitas YARSI hanya memiliki satu program studi (PS) dalam bentuk STK-YARSI. Tahun 1989 dibuka beberapa PS baru dalam tiga fakultas. Selanjutnya pada tanggal 15 April 1967 Yayasan YARSI resmi mendirikan Perguruan Tinggi Kedokteran YARSI. Sesuai dengan tuntutan UU no. 22 tahun 1961, nama tsb kemudian pada tahun 1969 diubah menjadi SEKOLAH TINGGI KEDOKTERAN YARSI. Dengan dibukanya 3 fakultas lain pada tahun 1989: Hukum, Ekonomi dan Teknologi Informasi, maka berubah lagi namanya menjadi UNIVERSITAS YARSI. Berdirinya Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI tak lepas dari bantuan penuh Fakultas Kedokteran UNIVERSITAS INDONESIA baik oleh Dekan waktu itu: Prof. Dr. Jamaluddin, SpB maupun para dosennya disemua bagian. Tanpa bantuan tsb tak mungkin Sekolah Tinggi Kedokteran YARSI dapat dikelola dan dikembangkan. Dukungan tsb al dalam bentuk pemakaian semua ruang kuliah dan laboratorium dengan peralatannya dikampus Fakultas kedokteran UNIVERSITAS INDONESIA jl. Salemba no 6 Jakarta. Hal ini berlansung sampai tahun 1970. Barulah pada tahun 1971 kampus pindah ke jl. Letjen. Suprapto Cempaka Putih dan terus berkembang sebagaimana yang terlihat saat ini. Kemudian menyusul penambahan satu fakultas yaitu psikologi dan penambahan dua program studi yaitu program studi kedokteran gigi dan magister manajemen, magister kenotariatan, magister biomedis di bawah pengelolaan sekolah pasca sarjana. Dengan demikian sampai saat ini Universitas YARSI memiliki enam Fakultas dengan 13 program studi.

Universitas YARSI