PELITA merupakan program rutin dan insidental DPJJ, yang bertujuan untuk membantu para dosen meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mengoptimalkan kegiatan belajar asinkronus dan andragogi baru. Program PELITA (Peningkatan Kualitas Pembelajaran) diadakan sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi pembelajaran dari Teacher-Centered Learning (TCL) ke Student-Centered Learning (SCL).
Direktorat Pembelajaran Jarak Jauh (DPJJ) telah berhasil membantu 53 dosen dalam meningkatkan kualitas desain instruksionalnya melalui Program PELITA mulai dari PELITA I hingga terakhir, PELITA VI.
PELITA I (2021)
Pada bulan Januari 2021, Program PELITA Generasi I resmi dimulai dengan fokus utama pada pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang berbasis Student-Centered Learning (SCL). Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Direktorat Pembelajaran Jarak Jauh (DPJJ) dalam mendorong transformasi pembelajaran yang lebih aktif, partisipatif, dan berpusat pada mahasiswa.
Program ini melibatkan 9 mentee dosen Prodi dan 2 staf dari DPJJ yang berperan sebagai mentor. Para mentor mendampingi proses penyusunan RPS yang tidak hanya menitikberatkan pada struktur konten akademik, tetapi juga pada strategi pembelajaran yang memungkinkan mahasiswa menjadi subjek aktif dalam proses belajar. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas interaksi pembelajaran serta mendorong kemandirian belajar mahasiswa.
Sebagai bagian dari upaya membangun komunitas pembelajar yang dinamis di lingkungan Universitas YARSI, PELITA I juga menyelenggarakan sesi berbagi pengalaman secara langsung (live sharing session). Dalam forum ini, para dosen peserta saling bertukar wawasan dalam mendesain RPSnya. Kegiatan ini turut memperkuat ruang kolaboratif antarpendidik, yang mendukung pertumbuhan profesional dan akademik secara berkelanjutan.
PELITA II (2021)
Pada periode Agustus hingga September 2021, Program PELITA Generasi II dilaksanakan dengan peningkatan jumlah peserta yang signifikan, yaitu sebanyak 12 mentee dan 9 mentor yang terdiri dari dosen Universitas YARSI dan tim dari Direktorat PJJ. Tahap ini merupakan kelanjutan dari upaya pengembangan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) berbasis Student-Centered Learning (SCL), yang bertujuan untuk memperkuat pendekatan pembelajaran aktif dan berpusat pada mahasiswa.
Selain melanjutkan pendampingan dalam penyusunan RPS, PELITA II juga menekankan penguatan ruang berbagi antarpendidik melalui sesi live sharing yang dirancang lebih interaktif dan kolaboratif.
PELITA III (2022)
Pada tahun 2022, Program PELITA Generasi III dilaksanakan berbeda dari tahap sebelumnya, fokus utama pada generasi ini bergeser dari pengembangan RPS menuju perbaikan sistem asesmen dalam pembelajaran. Program PELITA Generasi III dilaksanakan dengan melibatkan 11 mentee dan 6 mentor yang terdiri dari dosen Universitas YARSI dan tim Direktorat PJJ.
Program ini mendorong para dosen untuk mengurangi ketergantungan pada asesmen sumatif tradisional seperti Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), serta mulai mengadopsi pendekatan asesmen yang lebih formatif dan reflektif. Tujuannya adalah untuk memberikan umpan balik yang lebih bermakna bagi mahasiswa, serta mendukung proses belajar yang berkelanjutan dan berorientasi pada pengembangan kompetensi.
Sesi berbagi pengalaman tetap menjadi elemen penting dalam pelaksanaan PELITA III. Melalui forum live sharing, para peserta saling bertukar praktik baik dan refleksi dalam penerapan asesmen alternatif, sehingga tercipta ruang kolaboratif yang memperkaya wawasan dan memperkuat komunitas pembelajar di lingkungan Universitas YARSI.
PELITA IV (2023)
Pada periode Agustus hingga September 2023, Program PELITA Generasi IV dilaksanakan dengan melibatkan 14 mentee dan 6 mentor yang terdiri dari dosen Universitas YARSI dan tim Direktorat PJJ. Fokus utama pada tahap ini adalah pengembangan sistem penilaian berbasis kompetensi yang merujuk langsung pada Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas asesmen dalam proses pembelajaran.
Para mentee didampingi untuk merancang sistem penilaian yang lebih terstruktur dan relevan dengan kompetensi yang diharapkan, sehingga asesmen tidak hanya menjadi alat ukur, tetapi juga sebagai bagian integral dari proses pembelajaran yang bermakna. Pendekatan ini mendorong dosen untuk lebih memperhatikan ketercapaian kompetensi mahasiswa secara holistik.
Sesi berbagi pengalaman tetap menjadi elemen penting dalam pelaksanaan PELITA IV. Berbeda dari generasi sebelumnya, sesi live sharing kali ini dikemas dengan pendekatan ala TedX, yang mendorong para peserta untuk menyampaikan ide dan filosofi mengajar baik secara inspiratif, komunikatif, dan berdampak.
PELITA V (2024)
Pada tahun 2024, Program PELITA Generasi V dilaksanakan dengan melibatkan 6 mentee dan 2 mentor dari kalangan dosen Universitas YARSI dan tim Direktorat PJJ Fokus utama pada tahap ini adalah penyusunan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK) yang selaras dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan konsep mikroderensial, sebagai bagian dari upaya integrasi antara pendidikan tinggi dan standar kompetensi nasional. Dalam proses penyusunan CPMK, mentee merujuk pada skema kompetensi yang ditetapkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), sehingga rancangan pembelajaran yang dihasilkan memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan dunia kerja dan standar profesi. Pendekatan ini memperkuat posisi pendidikan tinggi sebagai ruang pengembangan kompetensi yang terukur dan berdaya saing.
PELITA VI (2025)
Pada periode Juli hingga Agustus 2025, Program PELITA Generasi VI ini melibatkan 9 mentee dan 2 mentor dari Direktorat PJJ dengan fokus utama pada peningkatan kemampuan dosen dalam merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang partisipatif, berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI), serta selaras dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE).
Dalam pelaksanaannya, peserta didorong untuk mengintegrasikan teknologi AI dalam proses pembelajaran guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih adaptif, personal, dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini. Selain itu, pendekatan OBE menjadi landasan dalam merancang aktivitas belajar yang berorientasi pada pencapaian kompetensi secara terukur.
Program ini juga dirancang agar responsif terhadap model pembelajaran hibrida, yaitu kombinasi antara pembelajaran daring dan luring. Hal ini memungkinkan dosen untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang fleksibel dan kontekstual, sesuai dengan dinamika pendidikan tinggi di era digital.
Sebagai penutup dari rangkaian Program PELITA Generasi VI, para mentee menjalani proses rekaman langsung di ruang Collaborative Smart Classroom (RASCAL). Kegiatan ini bertujuan untuk mendokumentasikan dan mengevaluasi sejauh mana desain pembelajaran yang telah mereka susun mampu mengimplementasikan fokus utama program, yaitu pembelajaran partisipatif berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) dan selaras dengan prinsip Outcome-Based Education (OBE).
Melalui rekaman ini, peserta tidak hanya menunjukkan rancangan pembelajaran mereka, tetapi juga mendemonstrasikan bagaimana pendekatan tersebut dapat diadaptasikan dalam konteks pembelajaran hibrida (daring dan luring). Dokumentasi ini menjadi bagian penting dalam refleksi akhir program, sekaligus sebagai bahan pembelajaran dan inspirasi bagi dosen lain dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.
| Program Studi | Jumlah Dosen Peserta PELITA | Total Dosen | Persentase |
|---|---|---|---|
| Akuntansi | 6 | 16 | 37.5% |
| Manajemen | 10 | 25 | 40% |
| Teknik Informatika | 11 | 19 | 57.8% |
| Perpustakaan dan Sains Informasi | 7 | 10 | 70% |
| Psikologi | 9 | 23 | 39% |
| Ilmu Hukum | 8 | 16 | 50% |
| Pascasarjana non-Kedokteran | 2 | 16 | 12.5% |
| Total | 53 | 125 | 42.4% |
Sekarang sudah bukan zamannya dosen fokus ceramah di depan kelas. Kini juga bukan saatnya memusatkan kegiatan belajar pada pertemuan sinkronus. Sekarang adalah zamannya untuk seperti dosen-dosen yang inspiratif! Direktorat Pembelajaran Jarak Jauh dengan bangga memperkenalkan para dosen inspiratif yang membuat desain pembelajaran berbasis pada mahasiswa dalam program Peningkatan Kualitas Pembelajaran (PELITA).
nn