Lima hal Hantavirus di kapal pesiar – sesuai WHO DONs kemarin

Pada 4 Mei 2026 WHO mengeluarkan “Disease Outbreak News – DONs” tentang kasus hantavirus di kapal pesiar yang banyak diberitakan media kita dan dunia, dan kita ambil lima hal untuk jadi perhatian. Pertama, ada 7 kasus diantara 147 penumpang dan awak kapal, di mana dua kasus terkonfirmasi terinfeksi Hantavirus secara laboratorium dan lima kasus statusnya suspek. Dari 7 kasus ini, tiga orang meninggal dunia, satu orang dalam keadaan gawat dan tiga lagi keluhannya relatif ringan. Ke dua, varian gejala pada pasien adalah demam, gejala gastrointestinal, lalu dengan cepat memburuk menjadi pneumonia dan keadaan gagal napas akut (“acute respiratory distress syndrome”) lalu shock. Ke tiga, kejadian hantavirus pada manusia umumnya terjadi akibat kontak dengan urine, faeses atau air liur dari tikus (“rodent”) yang terinfeksi hantavirus. Selain itu, walaupun jarang terjadi, memang pernah dilaporkan terjadinya penularan dari manusia ke manusia, khususnya pada spesies spesifik hantavirus yang bernama Andes virus.

Ke empat, WHO menyatakan bahwa penanganan kasus di kapal pesiar kali ini dilakukann dalam bentuk respon terkoordinasi secara internasional karena dua hal. Pertama, kapal ini melintasi beberapa negara dan ke dua di dalam kapal ada warga negara dari 23 negara. Ke lima, sejauh ini WHO masih menyatakan bahwa risiko kejadian ini pada global secara keseluruhan adalah rendah, tetapi WHO juga menyebutkan akan terus memonitor situasi epidemiologik yang ada dan bukan tidak mungkin akan meninjau ulang tingkat risiko yang ada.

Kita perlu ingat bahwa di awal tahun 2025 kita mendengar berita tentang meninggalnya aktor legendaris, Gene Hackman bersama istrinya Betsy Arakawa dan anjing peliharaan mereka. Dari hasil otopsi menunjukkan bahwa Betsy Arakawa meninggal dunia akibat infeksi Hantavirus, jadi sama dengan kejadian di kapal pesiar di hari-hari ini.

Kita juga perlu tahu bahwa kasus hantavirus sudah perna ada di Indonesia. Laman Kementerian Kesehatan RI menuliskan bahwa Indonesia pertama kali melaporkan kasus konfirmasi penyakit virus Hanta pada manusia di tahun 2025 , dan sampai 4 Agustus 2025, terdapat 10 kasus konfirmasi yang dilaporkan dari provinsi DI Yogyakarta, Jawa Barat, DKI Jakarta, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur. Sampai kini kita belum membaca up date data kasus hantavirus di negara kita sampai tahun 2026 ini.

Hingga saat ini, belum ada pengobatan spesifik yang dapat menyembuhkan hantavirus, karena itu, pencegahan menjadi langkah terbaik dalam menghindari infeksi ini, termasuk menghindari kontak dengan tikus yang terinfeksi.

—-

Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia
Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI)