Manusia Indonesia Unggul Tahun 2045 Terwujud, Selamat Milad ke-59, Yarsi Makin Maju dan Bermanfaat

yusril

Yusril Ihza Mahendra  merupakan putera asal Kepulauan Bangka Belitung. Sosok bapak satu ini terkenal luas di Indonesia dan luar negeri. Ia pernah menerima Amanah sebagai Presiden Asian-African Legal Consultative Organization bermarkas di New Delhi, India. dan aktif di banyak organisasi dan pergerakan internasional, ia juga merupakan seorang akademisi.

Saat muda beliau sangat dekat dengan pemikiran Perdana Menteri Indonesia era Presiden Soekarno  Mohammad Natsir menempatkan Islam sebagai nilai universal. Saat itu ada julukan bagi Yusril Ihza Mahendra sebagai Natsir Muda.

Riwayat pendidikan Yusril Ihza Mahendra tidak perlu dipertanyakan. Selain alumnus Universitas Indonesia juga Alumnus Doktor dari Institute of Post Graduate Studies Universiti Sains Malaysia , Penang,Malaysia., Karena kecerdasannya Yusril Ihza Mahendra dikukuhkan jadi Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia

Pekerjaannya mentereng luar biasa dan tidak ada orang seperti Yusril Ihza Mahendra (Prof Yusril) diberikan tugas  penulis pidato presiden. Bahkan sudah menuliskan ratusan pidato sepanjang bekerja untuk tiga presiden, yakni Presiden Soeharto, Burhanuddin Josoef Habibie, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Kisah politiknya dinamis dan lincah satu antaranya pada pemilihan presiden antara Prabowo Subianto dan Joko Widodo, pernah bergabung di kubu Prabowo Subianto dan kubu Joko Widodo.

Kini diera Presiden Prabowo Subianto , Prof Yusril diamanahkan sebagai Menteri Koordinator Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan. Ini kementerian baru perluasan sebelumnya dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.

Sebelumnya Prof Yusril pernah juga sebagai Menteri era pemerintahan Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, ditunjuk jadi Menteri Hukum dan Perundang-undangan periode 1999-2001. Tetap jadi Menteri di kabinet Megawati Soekarnoputri (2001-2004). Lalu jadi Menteri Sekretaris Negara periode 2004-2007 era Presiden SBY

Mengulik cerita Prof Yusril tidak ada habis-habisnya, bisa-bisa bebarapa majalah ini tidak cukup untuk mengungkapkannya. Semuanya mencerahkan dan inspiratif.

Begitu pula saat wawancara dengan majalah Kabar Yarsi,Prof Yusril juga pakar hukum tata negara sangat komunikatif .Lisannya enak didengar mudah dimengerti, banyak memberikan wawasan bermanfaat dan agamis.

Menurut  Profesor juga seorang advokat ,sudah lama (1980an) mengenal Universitas Yarsi. Sekarang senang sekali melihat Yarsi sudah berkembang dan besar. Harapan saya dimasa datang ,yakin Universitas Yarsi lebih maju di semua program studinya, “ Semoga Universitas berusia 59 tahun berkembang lebih baik dan sukses dapat memberikan pengabdian besar pada umat Islam,” doa Prof Yusril

Lanjutnya, Prof Yusril berpesan para mahasiswa Yarsi harus rajin belajar terus menerus menuntut ilmu dan serius sehingga bisa mengembangkan ilmu pengetahuan Bukan cukup di jenjang sarjana (S1) tapi bisa doktor (S3), menjadi manusia unggul bermanfaat bagi masyarakat. Pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan intelektual dan karakter bangsa. “Pendidikan itu melatih berpikir kritis dan pemecahan masalah,” ujarnya

Terkait Indonesia sering dilanda bencana, Prof Yusril mengatakan ,target manusia Indonesia Unggul tahun 2045 atau 100 tahun kemerdekaan, yakin tetap akan terwujud.

Bencana itu ada ulah tangan manusia dan alami , itu tidak akan selesai. Bencana alam ini juga memiliki hikmah dan harus diterima sebagai kenyataan.

Sekarang dan terus kedepan harus mengembangkan sains dan teknologi untuk mengantisipasi setiap tantangan dari bencana.Termasuk tantangan dari bencana alam .Inilah keunggulan manusia (manusia unggul) sehingga bisa bangkit ,karena pengetahuan dan ilmu (pendidikan) kita bisa memahami alam semesta sehingga menjadi khalifah di muka bumi ini.(memanfaatkan , menjaga dan memelihara).

Saya bahagia melihat Yarsi, Selamat ulang (milad) Universitas Yarsi ke-59, semoga semakin berkualitas, berkembang,meningkat dan maju .” Tidak hanya pendidikan kedokteran tetapi semua program studi, bermanfaat bagi masyarakat dan ummat,” tutup Prof Yusril  penerima anugrah dua Bintang Kehormatan  dari Pemerintah Indonesia, Bintang Bhayangkara Utama dan Bintang Mahaputra Adipradana (usman)