Universitas Yarsi menggelar wisuda sarjana dan pascasarjana semester ganjil tahun akademik 2026, Sabtu, 25 April 2026. Wisuda ini menandai capaian akademik sekaligus komitmen mencetak sumber daya unggul.
Momentum terasa istimewa menjelang usia Yarsi yang hampir 60 tahun. Acara ini juga menjadi refleksi transformasi Yarsi sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan kualitas akademik, inovasi teknologi, serta pembentukan karakter berbasis nilai.
Rektor Universitas Yarsi, Fasli Jalal menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia mengatakan, wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan.
Menurutnya, perguruan tinggi harus membentuk manusia berintegritas dan kompeten. Lulusan diharapkan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Kita patut bersyukur jumlah wisudawan cukup besar. Total mencapai 477 orang dari berbagai jenjang pendidikan,” kata Fasli kepada wartawan di Kampus Yarsi, Jakarta, Sabtu, 25 April 2026.
Ia menjelaskan wisuda dilakukan rutin dua kali setiap tahun. Hal ini menjadi bagian dari sistem akademik berkelanjutan.
Salah satu momen menarik adalah wisudawan pascasarjana berusia 70 tahun. Capaian tersebut menjadi simbol semangat belajar sepanjang hayat.
Fasli menyebut kampus memberikan apresiasi khusus atas dedikasi tersebut. Semangat belajar dinilai tidak mengenal batas usia.
Di bidang akademik, Fakultas Kedokteran mencatat prestasi nasional. Salah satu lulusan meraih nilai tertinggi dalam Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan nilai hampir sempurna.
“Salah satu lulusan meraih nilai 99,99 dalam UKMPPD. Prestasi ini mengungguli banyak universitas lainnya,” ujarnya.
Lebih dari 220 mahasiswa kedokteran lulus pada periode ini. Mereka diharapkan segera menyelesaikan tahap profesi dokter.
Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra turut hadir memberikan orasi ilmiah. Ia mengapresiasi perkembangan YARSI sebagai kampus unggulan.
“Universitas YARSI berkembang pesat dan semakin maju. Kami berharap menjadi perguruan tinggi terkemuka di Jakarta,” kata Yusril.
Ia menegaskan keberhasilan lulusan tidak hanya ditentukan nilai akademik. Kontribusi kepada masyarakat menjadi ukuran utama.
“Masa depan ditentukan kualitas manusia yang memanfaatkan teknologi. Integritas dan etika harus selalu dijaga lulusan,” ujarnya.
Sumber:
Lihat

