Aulia Sabet Dokter Gigi Predikat Cumlaude, Tebar Tips Sukses

Kemarin jantung dak dikduk, tapi kini terasa paling lega dan bahagia. Alhamdulillah perjuangan selama ini akhirnya buahkan hasil. Tidur lebih nyenyak dan lama, karena tugas atau ujian sudah finish . Selera makan tidak terlalu berubah.. “Tetap doyan seperti biasa,” ujar drg Aulia Renita Iswandari (drg Aulia) dengan wajah berseri dan cerah

Aulia merupakan dokter gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Yarsi (FKGUY) menyabet nilai cumlaude program profesi dokter gigi.

Berbincang dengan drg Aulia sangat bersahaja , loyal menebar Langkah-langkah sukses dan penyampaiannya mudah dimengerti.

Menurut drg Aulia,  untuk meraih nilai tertinggi perlu tips sukses yaitu belajar. Tentunya belajar harus fokus, di kelas mendengarkan penjelasan dosen. Jadi ketika di rumah hanya mengulang atau menambah bacaan saja.

Selain itu istirahat dan olahraga cukup. Karena saat kuliah, praktikum atau ujian, performa maksimal dan badan harus fit.” Paling penting setelah belajar, tidak lupa doa dan tawakkal ,” tutur drg Aulia semula bercita-cita jadi dokter

Lebih jauh, belajar saat meraih sarjana kedokteran gigi (S.KG) dan profesi kedokteran gigi sedikit kali bedanya, tapi tantangannya berubah. Untuk meraih S.KG, fokusnya lebih menyesuaikan diri dengan sistem kuliah dan mempelajari dasar-dasar ilmu kedokteran gigi.

Sementara saat sudah lanjut ke jenjang pendidikan profesi dokter gigi (drg), tetap ada belajar teori tapi lebih fokus ke penerapan ilmu ke pasien langsung.

Drg Aulia mengatakan, tips agar belajar menjadi mudah adalah membaca atau mencari tahu dahulu kira-kira apa yang akan dipelajari sebelum perkuliahan

Tantangan belajar di kedokteran gigi banyak. Di awal hingga akhir kuliah .selain itu tentu pelajaran di fakultas kedokteran gigi( FKG) tidak lepas dari kesulitan. Masing-masing ada porsi sulitnya.”Solusinya banyak diskusi dengan dosen hingga,” terang drg Aulia

Selain itu belajar di FKG sangat perlu sekali mengatur waktu antara akademik dengan non akademik. Caranya menerapkan skala prioritas dan manajemen waktu yang baik.”Belajar dan kerjakan tugas tidak bisa ditinggal ,setelah selesai baru pindah ke kegiatan lain,” cakapnya.

Kuliah di FKG itu memang berat. Selain banyak teori , banyak pula keterampilan klinis juga harus dikuasai. “Kepada para junior jangan jadikan perkuliahan sebagai beban, semangat terus dan jangan lupa berdoa agar diberi kemudahan,” ingat drg Aulia .

Ditambahkannya, pekerjaan dokter gigi bukan cuma perbaiki gigi berlubang. “Tapi juga bisa memberi dampak besar buat rasa percaya diri dan kebahagiaan seseorang,” tutup drg Aulia (usman)