WAHZIN dan LDK KAHFI Yarsi Gelar Tablik Akbar, Kang Abik dan Bunda Oki Bagikan Resep spiritual Hadapi Kegalauan Hidup

Ketika langkah terasa berat dan arah tak lagi jelas, ingatlah kamu tidak pernah benar-benar sendirian,

Kadang kita merasa tersesat dalam hiruk-pikuk dunia, bingung menentukan pilihan, atau merasa terasing dalam kesendirian. Namun, di balik setiap kebingungan, ada pelukan rahmat Allah SWT  selalu menanti kita kembali.

Itu kalimat ajakan dari panitia untuk masyarakat agar hadir dalam Tabligh Akbar digelar Widah  Azhariyah Indonesia (WAZIN) bersama Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Kahfi Universitas Yarsi, Selasa 21 Juli 2026 di Universitas Yarsi Jakarta.

Perhelatan bertema Lost  But Not Alone  maknanya ketika bingung, Allah SWT selalu ada menghadirkan Pendakwah,Penulis, juga aktris film Ketika Cinta Bertasbih, Dr. Oki Setiana Dewi, S.Hum., M.Pd. dan Pendakwah juga Penulis novel Ayat-Ayat Cinta serta sutradara film Ketika Cinta Bertasbih. Dr. phil. H. Habiburrahman El Shirazy,Lc., Pg.D., M.A (Kang Abik)

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat WAZIN, Dr. Hj. Elly Warti Maliki, Lc.,M.A (Ummi Elly) menjelaskan, tujuan perhelatan ini sebagai dakwah inklusif, edukatif, dan relevan dengan tantangan zaman, khususnya bagi generasi muda.

Selain itu mengingatkan pentingnya Al-Quran dijadikan pedoman hidup serta menguatkan hubungan dengan Allah SWT saat menghadapi kebingungan dan berbagai ujian kehidupan.

Tidak ketinggalan acara ini juga sebagai wadah reuni para alumni Al-Azhar Mesir termasuk pembicara dan silaturahim WAZIN  suatu organisasi perempuan alumnus Universitas Al-Azhar Mesir kepanjangan tangan dari wihdah di Kairo Mesir.

Kolaborasi antara WAZIN dan LDK KAHFI Universitas YARSI diharapkan dapat terus menghadirkan program-program dakwah inspiratif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat lintas generasi.

Kang Abik dalam paparannya menyampaikan banyak materi mencerahkan seputar menemukan arah hidup melalui pendekatan spiritual, mengajak peserta meneladani kisah Nabi Adam AS dan Nabi Musa AS serta menegaskan bahwa kebersamaan Allah (ma’iyyatullah) adalah sumber kekuatan terbesar bagi seorang mukmin yang tengah diuji.

Juga mengingatkan,Dakwah tidak hanya dilakukan dari mimbar. “Film juga bisa menjadi media dakwah sangat kuat jika diisi orang-orang punya komitmen terhadap perjuangan Islam,” ungkap Kang Abik.

Sementara Bunda Oki menekankan pentingnya doa dan lingkungan positif untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

Oki Setiana Dewi menyatakan rasa cemas dan kehilangan arah adalah manusiawi. Ia mendorong peserta memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta melalui doa, ibadah, tilawah Al-Qur’an, serta berada di lingkungan pergaulan positif.

Ketua LDK KAHFI Satrio mengungkapkan rasa senang bisa diajak kolaborasi dengan WAZIN. Ini bagian proses belajar berkomunikasi dalam suatu kegiatan dan menambah wawasan. Apalagi para pembicara orang terkenal, termasuk moderator aktor M. Cholidi Asadil Alam, S.I.Kom., M.I.Kom., M.E.

Menurut Aryo event ini sangat bermanfaat karena para narasumber membagikan resep spiritual menghadapi kebingungan dan kegalauan hidup dialami hamba Allah.

Peserta yang hadir bervariasi selain alumni Al-Azhar Mesir, ada pelajar, mahasiswa, tenaga pendidik, ibu-ibu majelis taklim, hingga masyarakat umum. Tidak ketinggalan Rektor Universitas YARSI Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., serta Ketua Yayasan YARSI Prof. dr. H. Jurnalis Uddin, P.A.K.(usman)