Implementasi Sistem Ekonomi dan Keuangan Syariah wajib bagi setiap insan Muslim, di manapun mereka berada. Namun kenyataan berbeda.
Indonesia berpenduduk 285 juta dan 85% diantaranya muslim. pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariah masih kurang dari 10%. Padahal system ini sudah mulai diterapkan massif sejak akhir 1991, ditandai dengan berdiri dan beroperasinya Bank Muamalat Indonesia. Belakangan sudah makin banyak lembaga seperti perbankan, takaful, Baitul maal wat-tamwil (BMT), bahkan Pasar Modal Syariah dengan produk seperti saham dan sukuk.
Kondisi ini relatif jauh berbeba Malaysia, yang hanya memiliki sekitar 55% penduduk Muslim, tetapi pangsa pasar ekonomi dan keuangan syariahnya sudah 30%an.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Yarsi,Dr. Muhammad Akhyar Adnan (Doktor Akhyar) mengatakan saat Pelatihan Edukasi Literasi Ekonomi dan Keuangan Syariah untuk para guru (asatidz) di Pondok Pesantren Modern Darussalam (PPM Darussalam) Ciomas Bogor, Sabtu,8 Agustus 2026.
Doktor Akhyar banyak menebar pengetahuan mencerahkan untuk para peserta.intinya pemaparannya terkait Dasar-Dasar Ekonomi Islam ( Syariah) disampaikan komunikatif..
Doktor Akhyar menyatakan, pelatihan kali ini digelar dalam rangka pengabdian kepada masyarakat (PKM)Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Yarsi (FEB Yarsi).

Doktor Akhyar dari dalam kegiatan PKM tidak sendiri, ikut pula Dr. Yutrizal Jacoub dan Dr. Mediana Wilestari membahas materi seputar Dasar-Dasar Keuangan Islam (Syariah). Pelatihan digelar FEB Yarsi dengan PPM Darusalam Ciomas Bogor dipandu Iman Dwi Arismunandar, S. Psi.
Seorang guru, malu disebutkan namanya dijadikan berita mengungkapkan, sangat puas bisa ikut acara ini, pasalnya mendapat tambahan pengetahuan dasar-dasar ekonomi dan keuangan syariah. sesuatu yang selama ini belum dikenal secara baik dan mendalam. Termasuk muncul semangat memulai segera mengimplementasikan, baik dalam kuriulum pembelajaran di masing-masing pesantren maupun maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga pelatihan dari FEB Yarsi ini bisa berlanjut dan tidak sekali saja” pintanya. (usman)


