Bermusik Bukan Hambatan Raih Dokter Rangking 1 se Indonesia, Anto dari FKUY Tebar Tips Sukses

Tekun dan melakukan eveluasi setiap kali belajar mengantarkan Anto Wahyudin mahasiswa  Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY) menjadi dokter. Hasilnya luar biasa,saat ujian kompetensi mahasiswa program profesi dokter (UKMPPD) dan computer based tes(CBT) se Indonesia meraih rangking 1 tingkat nasional serta rangking 1 objective structured clinical examination(OSCE) se Universitas Yarsi.

Anto panggilan akrab Anto Wahyudin mengungkapkan,perasaan senang dan tidak menyangka meraih rangking 1. Dengan tekun saja tidak cukup, sebagai mahasiswa kedokteran harus ada upaya dan menggunakan skala prioritas antara kegiatan akademik dengan non akademik. Karena⁠ tuntutan belajar tinggi dan padatnya jam perkuliahan.  “Harus juga cermat dalam mengatur waktu,” ujar Anto dalam menebar tips sukses jadi dokter.

Lewat semua itu  Anto bisa belajar dengan berbagai sumber jika ada kesulitan belajar  .”Seperti Neurologi pelajaran paling sulit lewat berbagai sumber akhirnya bisa teratasi,” tutur Anto punya cita-cita jadi dokter sejak kecil

Meski sibuk belajar sebagai mahasiswa kedokteran, Anto mengaku dengan jeli manata waktu bisa menentukan skala prioritas, hobi bermain musik tetap terus dijalankan,. Latihan musik diadakan jam 4 sore, selesai kuliah saya langsung mengikuti latihan. Jika ternyata ada perkuliahan sore, maka teman-teman yang lain pasti memaklumi karena sudah beri kabar.

Disini perlu konsisten sama apa direncanakan belajar dan bermusik. “Ujungnya Tahun 2023 di group band Universitas Yarsi, saya ditunjuk menjadi Ketua dengan status tetap mahasiswa kedokteran ”cakap Anto juga drummer dan gitar.

Bisa menjadi dokter dengan prestasi gemilang bukti nyata semangat pantang menyerah. Selain dibutuhkan semangat ,tentu adanya dukungan orang tua. “⁠Capek dan sulit bukan harus menyerah,” imbuhnya.

Bermusik bukan hambatan jadi dokter dan raih rangking 1 se-Indonesia. Meski sudah jadi dokter, belajar belum berakhir  kedepan ingin jadi tenaga pendidik dan lanjut pendidikan lebih tinggi

Anto menegaskan, pekerjaan dokter itu pekerjaan berhubungan dengan nyawa seseorang, dimana dibutuhkan empati dan ketelitian yang tinggi. Jadi dokter berarti mengabdi kepada masyarakat, bangsa, agama, dan tentu juga kepada orang tua.

Ditambahkannya, selama kuliah di FKUY, selain itu belajar jadi dokter  juga belajar terkait bagaimana menjadi pribadi lebih mendengarkan keluhan pasien, lebih menghargai pendapat  dan keputusan orang lain serta bagaimana bekerja bersama dalam memberikan pelayanan.

“⁠Capek dan sulit bukan harus menyerah,” imbuh Anto yang siap mengabdi di daerah Tertinggal,Terdepan dan Terluar (usman),