Riset Tesis MBiomedis Yarsi Raih Dana Kemendiktisaintek 2026

Bagi masyarakat Dayak Kalimantan, tanaman Spatholobus littoralis atau dikenal Kayu Bajakah Merah berpotensi sebagai bahan obat anti peradangan. Selain itu tanaman juga punya sifat antioksidan.

Namun bagi masyarakat Dayak belum mengetahui ada kaitannya dengan penyakit kanker payudara. Tapi bagi  mahasiswi Magister Sains Biomedis (Mbiomedis) Universitas Yarsi, Peti Fatimah Fauziah, S.Tr.Kes mempunyai hubungan, lalu dilakukan penelitian.

Dalam riset itu , saya dosen Mbiomedis Universitas Yarsi, Assoc Prof. Harliansyah, Ph.D (Doktor Harliansyah) sebagai pembimbing. Doktor Harliansyah mengungkapkan semua itu kepada Majalah KABAR Yarsi, Senin di Jakarta.

Doktor Harliansyah menerangkan, penelitian Peti Fatimah mengangkat tema , Analisis Kemoprevensi Ekstrak Spatholobus Littoralis Pada Sel Kanker Payudara MCF-7 Melalui Jalur Glutamin dan Rasio BCl2 (Bax)

Penelitian dianggap relevan terhadap upaya penanggulangan kematian akibat kanker payudara pada wanita sesuai target Sustainable Development Goals melalui pencegahan, pengobatan, serta peningkatan kesehatan mental. Selanjutnya juga selaras dengan roadmap World Health Organization (WHO) 2013-2030, untuk melakukan akselerasi pencegahan dan pengendalian dengan peningkatan ketersediaan dan pemanfaatan obat yang dibutuhkan.

Riset ini semata kepentingan tesis, tapi karena menarik diajukan pula kepada Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang membuka peluang hibah kompetisi BIMA.

“Hasilnya Alhamdulillah meraih Pendanaan Penelitian Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2026,” seru Doktor Harliansyah.

Doktor Harliansyah juga ketua Pusat Penelitian Telomer, Longevity dan Stres Oksidatif (PUSLIT TELOS) menjelaskan, kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker menakutkan. Penyakit ini sangat cepat berproliferasi dan bergantung pada glutamin sebagai sumber karbon bagi penyediaan energi metabolisme. Lalu lewat sintesis lipid dan metabolit pada siklus Krebs, agar bertahan hidup dan berkembang biak.

Analisis Kemoprevensi Ekstrak Spatholobus littoralis pada sel kanker payudara MCF-7  berguna menghambat pertumbuhan sel kanker dengan menggunakan bahan alami.

Penggunaan bahan ini dianggap sebagai salah satu metode mengatasi persoalan pertumbuhan sel kanker. Karena beberapa metode seperti kemoterapi, radioterapi dan pembedahan menyisakan persoalan efek samping, mengingat sel kanker itu sangat cepat membelah diri serta menyebar ke sel tetangga yang lain.

Dengan penghambatan oleh ekstrak kayu Bajakah, jalur Glutamin sebagai asupan karbon dan nitrogen terhambat. Adapun rasio Bcl2 (Bax) dimaksudkan sebagai model apoptosis terhadap sel MCF7.

Kemudian,jika kadar Bcl2 lebih kecil dari Bax setelah pemberian ekstrak kayu bajakah pada sel MCF7.” Dipastikan sel MCF7 akan mengalami kematian,” cakap Dosen Mbiomedis.

Menurut Doktor Harliansyah, analisis kemoprevensi memiliki keunggulan karena menginduksi

pada protein signaling dari sel kanker saja, tanpa mempengaruhi kepada sel-sel tetangga yang ada disekitarnya. Karena itu studi yang dijalankan lebih bersifat spesifik pada protein target.

Bahan kemopreventif bekerja di dasarkan atas sifat antioksidan, anti inflamasi dan imunoprotektor yang dimilikinya untuk melawan stress oksidatif pada sel kanker, serta protein signaling yang turut terinduksi kondisi  stress oksidatif tadi.

Penelitian analisis kemoprevensi  sangat relevan membantu mengurangi kanker payudara. Selain itu diharapkan dapat menghambat pertumbuhan sel kanker apa saja termasuk sel kanker payudara. “Dengan penghambatan sel kanker ini maka faktor keganasan kanker dapat diatasi,”  terang Doktor Harliansyah.

Peti Fatimah Fauziah dalam penelitian bertugas melakukan laboratorium working, analisis data dan menyiapkan bahan laporan serta publikasi.”Saya sebagai pembimbing utama dan supervisor serta penanggung jawab proyek,” kata Alumnus Doktor Biochemistry Universitas Kebangsaan Malaysia.

Doktor Harliansyah, telah mempublikasikan 6 paper pada jurnal nasional terindeks Sinta 2 dan 3 khusus riset Kayu Bajakah telah, juga menulis sebanyak 25 book chapter, buku-buku berbasis sains biomedik selama kurun waktu 2025 hingga April 2026. (Usman)