Sukses itu wujud kemenangan (prestasi), bergulat dari suatu kegiatan. Sukses itu jadi dambaan setiap orang. Namun faktanya tidak semua bisa meraihnya, karena sukses tidak muncul tiba-tiba. Itu suatu produk dari bekerja cerdas, terencana, teratur dan terukur.
Seperti waktu-waktu sebelumnya, Alhamdulillah,September 2026 Universitas Yarsi kebanjiran satu per satu meraih penghargaan dari berbagai aneka kegiatan.yang diikuti.Alias meraih Presisi (prestasi siji siji).
Seperti mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY) ,kembali menorehkan prestasi dalam ajang Regional Medical Olympiad (RMO) 2026 – AURORA diselenggarakan di Universitas Jenderal Achmad Yani , Jawa Barat.
Regional Medical Olympiad (RMO) merupakan kompetisi akademik bagi mahasiswa kedokteran, mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, menguji pengetahuan dan kemampuan dalam bidang kedokteran melalui berbagai cabang atau bidang keilmuan.
Pada RMO 2026, mahasiswa FKUY,Muhammad Roofi Zuhair Irham dan Alisha Jehan Fathia, mahasiswa Kedokteran angkatan 2023, berhasil meraih juara II bidang Urologi-Reproduksi.
Pencapaian ini jadi salah satu bukti semangat mahasiswa FKUY dalam mengembangkan kompetensi akademik sekaligus berkompetisi di tingkat regional.
Dari mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Yarsi (FKGUY) sabet Juara II Lomba Cerdas Cermat Tingkat Nasional Dental Dash 2026
Tiga mahasiswi FKGUY angkatan 2024, Syakira Sulalatin, Gita Zahra, dan Salsa Nabilla lolos meraih prestasi membanggakan pada ajang Dental Dash 2026 tingkat nasional,diselenggarakan di Universitas Kristen Maranatha pada 25 September 2026.
Dental Dash 2026 merupakan ajang kompetisi tingkat nasional bidang kedokteran gigi. Salah satu cabang utamanya adalah Lomba Cerdas Cermat (LCC), yaitu kompetisi adu ketangkasan, wawasan, dan kecepatan berpikir antar-mahasiswa kedokteran gigi dari berbagai universitas di Indonesia.
Selanjutnya kembali datang dari civitas akademika Universitas Yarsi, Ns. Nurlia Lukman, S.Kep, MARS, alumni Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS) Universitas Yarsi, Angkatan 4, berhasil mengukir prestasi gemilang meraih Juara III Tingkat Nasional dalam ajang World Patient Safety Day 2026 , diselenggarakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 21 September 2026.
Prestasi ini diraih melalui karya tulis ilmiah berjudul Bedside Handover, merupakan hasil pengembangan dan kelanjutan dari tesis selama menempuh studi MARS di Universitas Yarsi.
Pencapaian ini mempertegas komitmen serta kontribusi nyata alumni Universitas Yarsi dalam mendukung peningkatan mutu pelayanan, standar keselamatan pasien, serta efektivitas komunikasi medis di rumah sakit pada tingkat nasional.
Kemudian Mahasiswi Universitas Yarsi raih penghargaan Best Paper pada Forum Riset KPSI VI 2026
Prestasi membanggakan kembali diraih tiga mahasiswi Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, yaitu Devi Maharani, Diana Putri Dewi, dan Erni Saputri, berhasil meraih penghargaan Best Paper dalam
pencapaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengukir prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Bukan hanya para mahasiswa yang meraih sukses. Di Universitas Yarsi para dosenpun meraih keberhasilan. Seperti Dekan I Fakultas Teknologi Informasi, Nova Eka Diana,S.Kom.,M.Eng., Ph.D sukses mendaftarkan paten Phantom for Ultrasonic Calibration, System and Method for Ultrasonic Calibration Using the Same sebagai bentuk penghargaan tertinggi NiBTM Community International Life Institute (ILI)
Kemudian dari program studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Indah Kurnianingsih, Danang Dwijo Kangko dan Siti Rahmadhani Andevi Putri . para dosen lolos publikasi Sinta 2 Khizanah al-Hikmah (Journal of Library Science, Information and archival Studies.( Measuring Social Media Performance Efficiency of High-Impact Library and Information Science Journals )
Lalu 14 dosen lulus sertifikasi dosen tahun 2026 terdiri dari program S1 Manajemen, S1 Akuntansi, Kedokteran Gigi, Perpustakaan dan Sains Informasi, S1 Ilmu Hukum, S1 Kedokteran, S1 Teknik Informatika dan S2 Sains Biomedis.
Tidak pada sumber daya manusianya ( mahasiswa dan dosen ), fasilitas yang dimiliki Universitas Yarsi juga meraih keberhasilan. seperti Laboratorium Penelitian Terpadu Universitas Yarsi raih Akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan nomor LP-2309-IDN, sebagai Laboratorium Pengujian sesuai SNI ISO/IEC 17025:2017.
Akreditasi ini berlaku mulai 16 September 2026 hingga 15 September 2031. Adapun ruang lingkup pengujian terakreditasi berada pada bidang biologi, meliputi pengujian DNA babi pada daging segar serta viabilitas sel mamalia.
Pencapaian ini menjadi salah satu bentuk komitmen Universitas Yarsi dalam meningkatkan mutu, kompetensi, dan kepercayaan terhadap layanan laboratorium serta mendukung penguatan penelitian di bidang kesehatan dan biologi, serta pengujian laboratorium yang memenuhi standar mutu dan kompetensi yang diakui secara nasional.
Sukses atau keberhasilan yang diberitakan kali ini hanya sebagin kecil saja. Jika dibeberkan semua presisi tentu akan banyak memakan jumlah halaman pada majalah ini.
Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof.dr.Jurnalis Uddin, PAK (Prof Jurnalis) mengucapkan selamat untuk dosen dan mahasiswa atas yang telah meraih prestasi. Kesuksesan yang diraih tentu akan membuat nama Universitas Yarsi lebih baik. Semoga semua itu jadi amal Sholeh.
Selanjutnya, jangan puas atas prestasi kali ini saja, “ Ayo tingkatkan lagi prestasi-prestasi lainnya,” pinta Prof Jurnalis.
Yayasan Yarsi akan selalu mendukung dan membantu memfasilitasi. Untuk meningkatkan kualitas Yayasan berupaya terus investasi. Sudah banyak investasi ditanamkan Yayasan Yarsi untuk menjadikan Universitas lebih baik. Kampus yang berusia 59 tahun lebih sudah punya sarana dan prasarana belajar mengajar modern terkini.
Begitu juga terkait penelitian atau riset. Bagi Universitasi Yarsi sudah jadi agenda besar program pengembangan Yarsi. Yarsi sudah memiliki lembaga penelitian (Lemlit) dengan banyak ruangan dan fasilitas. Seperti laboratorium genomik, herbal, halal ,telomer, sel punca dan artificial intelligence (AI) center.
Sudah ada laboratorium perancang undang-undangan dan laboratorium sistem peradilan pidana moderen berkomputer teknologi canggih. Begitu juga sumber daya manusianya.
Khusus penelitian bidang kedokteran, dua tahun lalu telah menambah alat-alat laboratorium senilai 10 miliar dan sesuai kebutuhan terus ditambah. Dalam melakukan penelitian Yarsi setiap tahun menyediakan 6 miliar dana riset dan pengurusan administrasinya tidak ribet. “Perhatian Yarsi pada penelitian didasari Catur Dharma, ikut perkembangan dunia dan internasionalisasi perguruan tinggi,”ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi.
Tidak itu saja, dosen-dosen didorong melakukan riset dan didorong melanjutkan pendidikan. “Kini sudah banyak dosen silih berganti belajar meneruskan jenjang program doktor dalam dan luar negeri,” tutup Prof Jurnalis.
Tepat , upaya meraih prestasi dan meningkatkan kualitas Universitas Yarsi tidak boleh berhenti. Lampu Universitas Yarsi harus terus hijau, (Usman)


