Jakarta (ANTARA) – Ilmuwan dunia sekaligus peraih Nobel bidang Kimia tahun 2022 Prof Morten P. Meldal menyampaikan bahwa pengalaman nyata dan kedalaman berpikir merupakan kunci sukses di bidang Sains, Teknologi, Engineering (Teknik), dan Matematika (STEM).
Menurut Prof Morten, penguasaan teknologi seperti ponsel dan komputer memang bernilai penting di kehidupan masa kini, namun tidak dapat menggantikan pengalaman langsung dan kedalaman berpikir, seperti melalui pengamatan terhadap cara kerja alam.
“Saya pikir apa yang disampaikan sebelumnya tentang memiliki pengalaman nyata itu sangat penting, di samping tentu saja mahir memanfaatkan teknologi modern, termasuk telepon dan juga komputer. Komputer akan sangat penting pada masa depan kita,” ujarnya kepada wartawan usai menghadiri kuliah umum bertajuk “STEMpowerment for All: Breaking Barriers, Building Futures” di Jakarta, Jumat.
Kita juga perlu memiliki pengalaman nyata dan memperhatikan bagaimana alam tersusun dan bagaimana ia bekerja, sehingga kita benar-benar mendapatkan pengalaman kehidupan nyata
Ia menyampaikan pengalaman langsung akan membantu seseorang memahami berbagai fenomena sains secara konkret.
“Kita juga perlu memiliki pengalaman nyata dan memperhatikan bagaimana alam tersusun dan bagaimana ia bekerja, sehingga kita benar-benar mendapatkan pengalaman kehidupan nyata,” ujar Prof Morten.
Menurut dia, banyak anak muda yang lahir dan besar di perkotaan memiliki kecenderungan kurang berinteraksi dengan proses alam, sehingga mereka tidak merasakan sepenuhnya peran alam dalam kehidupan sehari-hari.
Ia juga menilai kehidupan di kota besar membuat manusia makin jarang menyaksikan langsung “keajaiban alam” karena paparan pengalaman nyata semakin berkurang. Oleh karena itu dia menekankan pentingnya menyediakan waktu untuk berhenti sejenak, duduk, mengamati, dan merenungkan suatu proses secara mendalam.
“Anda perlu waktu untuk relaks, duduk, mengalami bagaimana sesuatu bekerja, lalu memikirkannya. Kita harus punya waktu untuk berpikir,” ujar Prof Morten.
Berikutnya ia mengingatkan mereka yang ingin berkarir di STEM untuk terus melatih alur pikir mandiri dan runtut, hingga menemukan solusi di tengah derasnya arus informasi digital saat ini.
“Bangun kemampuan untuk berpikir dari titik A sampai titik Z, mengikuti jalurnya, dan menjaga pikiran tetap pada satu gagasan sampai mendapatkan solusi. STEM pada dasarnya adalah tentang masalah dan solusi,” kata Prof Morten P Meldal.
Sumber:
Lihat

