Kick Off Kerjasama Universitas Yarsi dengan PT Kalbe Nutrition

Satu lagi bakti baru Universitas Yarsi pada masyarakat Indonesia. Universitas yang berusia 55 tahun menjalankan program stunting di Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang dan kali ini kegiatannya bekerjasama dengan PT.Kalbe Nutrition.

Agendanya nanti berupa pemberian makanan tambahan berupa susu pada ibu hamil dan edukasi untuk program penurunan stunting dan berlangsung enam bulan,direncanakan mulai bulan Juli hingga Desember 2022.

Menurut Rektor Unversitas Yarsi, Prof.dr.Fasli Jalal,Ph.D diambilnya Kabupaten Tangerang didasarkan keputusan Pemerintah, Provinsi Banten adalah termasuk ke dalam 12 provinsi prioritas nasional dalam program nasional percepatan penurunan stunting.

Selanjutnya Rektor Universitas Yarsi menjelaskan, prevalensi stunting di kabupaten Tangerang berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 sebesar 23,3%.

Ibu hamil sendiri merupakan salah satu sasaran prioritas dalam program percepatan penurunan stunting dengan pendekatan keluarga dimana seluruh anggota keluarga yang berisiko stunting dari remaja puteri, ibu hamil, ibu menyusui dan balita harus diintervensi.

Pemberian susu pada ibu hamil dalam upaya menaikkan berat badan ibu selama hamil, memenuhi kecukupan kebutuhan protein hewani ibu hamil, menurunkan anemia ibu hamil, yang pada akhirnya mencegah anak lahir dengan stunting atau panjang badan sewaktu lahir di bawah 48 cm.

Prof.Fasli berharap, program ini dapat membantu percepatan penurunan stunting di Kabupaten Tangerang. Lokasi ini juga sudah menjadi mitra Universiras Yarsi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, terutama bidang pendidikan mahasiswa kedokteran FK Yarsi.

Prof Fasli menyatakan,sangat mendukung dan berterima kasih atas kerjasama Kalbe Nutrition  menyukseskan program nasional percepatan penurunan stunting. Kolaborasi ini bentuk sinerji peran multipihak, pemerintah, akademisi dunia usaha dan dunia industri dalam menyukseskan pencapaian tujuan SDGs di Indonesia. “Semoga melalui aksi ini stunting bisa diturunkan menjadi 14% tahun 2024,” harap Rektor Yarsi.

Sementara Kepala Pusat SDGs Universitas Yarsi, Dr.Kholis Ernawati,S.Si,M.Kes mengatakan, kegiatan ini membantu pelaksanaan program terkait SDGs Universitas Yarsi yaitu dengan melakukan penanganan stunting di desa tercakup dalam tujuan-tujuan SDGs Desa sebagai arah kebijakan pembangunan desa, yaitu, SDGs Desa ke-1 (desa tanpa kemiskinan), tujuan SDGs Desa ke-2 (desa tanpa kelaparan), dan tujuan SDGs Desa ke-5 (sanitasi dan air bersih).

 

Kepedulian Universitas Yarsi bekerjasama PT Kalbe Nutrition serta keterlibatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang dengan memberikan edukasi dan pemberian susu kepada ibu hamil selama 6 (enam) bulan merupakan salah satu bentuk penanganan stunting dan menjadi sasaran prioritas SDGs Desa.

Kegiatan pencegahan stunting dengan intervensi langsung pada ibu hamil di daerah Kresek menjadi pilot project bersama unsur akademisi (Universitas Yarsi) dan swasta (PT Kalbe Nutririon) bersama masyarakat. Semoga pilot project tersebut berhasil.menjadi role model kegiatan mendatang. “Tentunya dengan jenis lebih banyak dan cakupan wilayah lebih luas,” tutur Doktor Kholis.

Sementara Tim Stunting Universitas Yarsi, dr.Yusnita,M.Kes, Sp.KKLP menambahkan, program stunting Universitas Yarsi ingin  membantu pemerintah seperti meningkatkan mutu gizi perseorangan,keluarga dan masyarakat yang akhirnya stunting itu bisa dicegah dan gangguannya tidak muncul lagi. Selain itu menunjukan peran aktif perguruan tinggi mendampingi kabupaten atau kota dalam percepatan penurunan stunting

Universitas Yarsi mulai menjalankan program stunting tahun 2019. Daerah yang telah dibina dan dibimbing diantaranya Kabupaten Pandeglang, Kota Jakarta Pusat, Desa Bantar Sari Kabupaten Bogor.

Dokter Yusnita menjelaskan, corporate social responsibility (csr) Kalbe Nutrition mempunyai sasaran program sama dengan Universitas Yarsi yaitu ibu hamil dan bertujuan pada program penurunan stunting.“Persamaan kegiatan menjadikan Universitas Yarsi menggandeng Kalbe Nutrition,”terang dokter Yusnita.

Kepatuhan ibu hamil meminum susu, peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang stunting, menu gizi seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) serta adanya evaluasi terukur membandingkan indikator gizi ibu hamil sebelum dan setelah program. “Semua ini bagian  suksesnya program stunting Universitas Yarsi, mohon doanya semoga segera terwujud,” tutup Yusnita,kandidat Doktor Universitas Indonesia.(usman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *