Dunia dan tantangan kesehatan berubah. Penyebabnya perubahan demografi seperti populasi manusia dan penyakit kronis meningkat. Kemudian beban penyakit bergeser dari penyakit tidak menular meningkat ancaman penyakit infeksi baru. Kemajuan teknologi digital health artificial intelegent (AI),telemedicine. Resiko global berupa perubahan iklim dan bencana. Lalu masyarakat semakin kritis.
Karena itu rumah sakit tidak dapat lagi berjalan seperti biasa. “Kita perlu beradaptasi untuk masa depan,” ujar Kepala Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit Universitas Yarsi, Dr. dr. Lia G. Partakusuma, Sp.PK(K), MM., MARS (Doktor Lia) saat matrikulasi mahasiswa baru Program Studi (Prodi) MARS Universitas Yarsi angkatan ke-8, Kamis, 10 September 2026.
Lebih lanjut, pada matrikulasi banyak pengetahuan ,wawasan dan informasi disampaikan Doktor Lia. Seperti mengelola fasilitas kesehatan di era modern ternyata menuntut lebih dari sekadar pemahaman teori klinis semata.
Kini dari pelayanan berbasis rumah sakit menuju sistem kesehatan terintegrasi. Mengenai landasan regulasi mengarah rumah sakit masa depan, termasuk kerangka huum terbaru memperkuat transformasi sistem Kesehatan dan tata kelola rumah sakit seperti UU no.17 tahun 2023 tentang kesehatan (payung utama penyelenggara kesehatan nasional).

Doktor Lia juga menyampaikan PP No.28 tahun 2024 peraturan pelaksaaan UU no.17/2023). Peraturan Menteri Kesehatan(Permenkes) No.6 tahun 2024(standar pelayanan minimal Kesehatan, Permenkes no.16 tahun 2024 ( sistem rujukan pelayanan kesehatan perseorangan) dan Permenkes no.6 tahun 2026 tentang rumah sakit.
Ada lagi terkait mutu dan keselamatan pasien tanggung jawab bersama serta etika pelayanan rumah sakit berakar pada kemanusiaan
Aspek krusial lain tidak kalah penting dipelajari para calon pemimpin fasilitas kesehatan adalah menjaga keseimbangan proporsional antara tata kelola klinis dan tata kelola manajerial.
Menurut alumnus Doktor Universitas Padjajaran, Prodi MARS Universitas Yarsi, secara rutin menggelar program matrikulasi bagi mahasiswa baru pada setiap awal tahun akademik. Program ini bertujuan mempersiapkan mahasiswa baru agar memiliki pemahaman memadai mengenai lingkungan akademik, budaya institusi, tata kelola perkuliahan, serta nilai-nilai keislaman menjadi ciri khas Universitas Yarsi, sebelum memulai proses perkuliahan secara resmi.
Matrikulasi ini penting dilakukan sebagai pembekalan awal yang komprehensif mencakup pengenalan institusi, orientasi akademik, penguatan integritas, kesiapan mental-fisik, hingga pengenalan milestone akademik sepanjang studi.
Kegiatan ini merujuk pada praktik baik penyelenggaraan matrikulasi angkatan sebelumnya (MARS 6 dan MARS 7) sebagai bahan evaluasi dan penyempurnaan.
Pertemuan ini sekaligus berfungsi sebagai wadah networking sangat efektif bagi para tenaga profesional kesehatan untuk saling bertukar pikiran.
Dalam kegiatan kali ini ada istimewa, bisa mendatang dosen tamu dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Britania Raya, Irlandia dan IMO. Duta Besar, Dr. Desra Percaya, M.A. Dari Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Brussel, Wakil Duta Besar, Caka Alverdi Awal dan Kedutaan Republik Indonesia untuk Kerajaan Norwegia dan Republik Islandia, Duta Besar Teuku Faizasyah
Ketiga Pembicara tamu ini memberikan paparan tentang sistim pelayanan dan pelindungan kesehatan dari negara-negara tempat mereka bekerja . ( M1/Nur Ikhsan Fadillah)


