Universitas YARSI Perkuat Pendidikan Inklusif melalui Penyusunan Panduan dan SOP Layanan Mahasiswa Disabilitas

Jakarta, Universitas YARSI – Universitas YARSI terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif dan aksesibel bagi seluruh mahasiswa. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Penyusunan Panduan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Penerimaan Mahasiswa Baru, Pembelajaran, Evaluasi, dan Pelayanan Mahasiswa Disabilitas yang diselenggarakan pada Kamis–Jumat, 15–16 Oktober 2026, di Meeting Room Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Bantuan Pembentukan dan Penguatan Unit Layanan Disabilitas di Perguruan Tinggi Tahun 2026 dari Direktorat Pembelajaran dan Layanan Mahasiswa (BELMAWA) yang dinaungi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Program tersebut mendukung upaya perguruan tinggi dalam mengembangkan sistem layanan yang memperhatikan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas, mulai dari proses penerimaan mahasiswa baru hingga pelaksanaan kegiatan akademik dan layanan pendukung di lingkungan kampus.

Sebelum pelaksanaan workshop, Tim Hibah Unit Layanan Disabilitas (ULD) Universitas YARSI telah melaksanakan rangkaian kegiatan yang berkesinambungan mulai dari Focus Group Discussion (FGD) bersama Wakil Dekan I dan Ketua Program Studi untuk menghimpun masukan dari unsur pimpinan fakultas dan program studi terkait kebutuhan serta pelaksanaan layanan pendidikan yang inklusif, hingga pelatihan bagi dosen dan tenaga kependidikan (tendik) untuk meningkatkan disability  awareness dan teknis layanan disabilitas yang bisa dikontribusikan oleh dosen dan tendik.

Penyusunan Panduan dan SOP Layanan Mahasiswa Disabilitas

Workshop ini berfokus pada pembahasan dan penyusunan dokumen mutu Pedoman Pengelolaan Pendidikan Mahasiswa Disabilitas Universitas YARSI, serta SOP Penerimaan Mahasiswa Baru Disabilitas, Perkuliahan dan Praktikum, serta Ujian dan Penilaian. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun pedoman dan prosedur layanan disabilitas yang lebih terarah dan terstruktur sesuai dengan sumber daya yang dimiliki Universitas YARSI. Dokumen mutu yang dihasilkan akan menjadi acuan pelaksanaan layanan mahasiswa disabilitas di Universitas YARSI.

Inisiatif ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan akses pendidikan yang inklusif dan setara, serta SDG 10 (Berkurangnya Kesenjangan) melalui upaya mengurangi hambatan pendidikan bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Melalui pengembangan Unit Layanan Disabilitas, Universitas YARSI berupaya mendukung terciptanya lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif, aksesibel, dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.