YARSI dan Yayasan Pojok Baik Indonesia Bekali Anak Muda Bogor dengan Literasi Digital, Pemanfaatan AI yang Bijak, dan Mindfulness

Bogor, 10 Oktober 2026— Bagaimana anak muda dapat memanfaatkan teknologi digital tanpa mudah terpengaruh informasi yang keliru, sekaligus tetap menjaga kesehatan mental dan memiliki arah yang jelas dalam merencanakan masa depan? Pertanyaan inilah yang melatarbelakangi kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Ready for Life: Mindfulness di Era Digital”, yang diselenggarakan oleh Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI berkolaborasi dengan Yayasan Pojok Baik Indonesia dan Lazisnur, pada Sabtu (10/10/2026), di Teras Madina, Zona Madina, Bogor.

Kegiatan ini diikuti sekitar 35 anak muda di wilayah Bogor yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, dan karyawan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa hidup di era digital bukan hanya tentang kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga tentang bagaimana menyaring informasi, mengenali diri sendiri, mengelola respons emosional, dan mengambil keputusan secara bijak.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Indah Kurnianingsih, S.I.P., M.P., dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI, menjelaskan bahwa literasi digital, kesehatan mental, dan perencanaan masa depan merupakan aspek yang saling berkaitan dalam kehidupan anak muda saat ini. Menurutnya, kemudahan mengakses informasi dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir kritis dan kesadaran dalam menggunakan teknologi. Anak muda perlu mengetahui bagaimana memeriksa kredibilitas informasi, memahami keterbatasan AI, serta menyadari pengaruh aktivitas digital terhadap pikiran, emosi, dan perilaku mereka. Selain itu Ketua Yayasan Pojok Baik Indonesia, Esfandi Hendra, S.T., turut memberikan sambutan dalam kegiatan tersebut. Kolaborasi ini mempertemukan peran perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dengan peran komunitas dalam pemberdayaan anak muda dan pengembangan kegiatan literasi berbasis masyarakat.

Tiga Topik untuk Mempersiapkan Anak Muda Menghadapi Masa Depan

Rangkaian kegiatan menghadirkan tiga topik utama yang saling melengkapi. Topik pertama, “Know Your Digital World”, disampaikan oleh Ario Adi Prakoso, S.Hum., M.A., dosen Universitas YARSI sekaligus penggiat literasi digital. Materi ini mengajak peserta memahami ekosistem informasi digital, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mengenali pentingnya memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya. Peserta juga diarahkan untuk memanfaatkan AI secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab, bukan sekadar menerima hasil yang diberikan teknologi tanpa melakukan pemeriksaan.

Topik kedua, “Take Care of Your Mind”, disampaikan oleh Iffah Annisa, S.Psi., psikolog dengan bidang keahlian asesmen dan intervensi psikologis. Materi ini membahas mindfulness di era digital, termasuk kesadaran terhadap pengaruh media sosial pada pikiran dan emosi, kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain, serta pentingnya membangun batasan digital. Melalui pendekatan mindfulness, peserta diajak untuk berhenti sejenak, mengamati pikiran dan perasaan, kemudian memilih respons yang lebih sehat dalam menghadapi pengalaman digital.

Sementara itu, topik perencanaan hidup (life plan) disampaikan oleh Hari Samtani, S.Pd., M.Hum. Materi ini mendorong peserta mengenali potensi diri, merumuskan cita-cita jangka pendek dan jangka panjang, serta menyusun langkah konkret untuk mencapai tujuan masa depan. Peserta diajak memahami bahwa masa depan yang baik membutuhkan pengenalan diri, perencanaan yang terarah, dan komitmen untuk menjalankan langkah-langkah yang telah ditetapkan.

Ketiga topik tersebut dirancang sebagai satu kesatuan. Literasi digital membekali peserta agar mampu menghadapi arus informasi secara kritis, mindfulness membantu mereka mengelola respons dan menjaga kesejahteraan diri, sedangkan life plan memberikan arah dalam menentukan pilihan dan merancang masa depan.

Pembelajaran Interaktif dan Penguatan Pojok Baca

Selain pemaparan materi dan sesi tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan workshop dan permainan edukatif yang mendorong partisipasi aktif peserta. Pendekatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk merefleksikan kebiasaan digital, mendiskusikan tantangan yang dihadapi, dan menghubungkan materi dengan kehidupan sehari-hari.

Sebagai bagian dari kolaborasi, Universitas YARSI juga menyerahkan secara simbolis koleksi untuk Pojok Baca. Dukungan ini menjadi salah satu upaya memperkuat akses terhadap bahan bacaan dan mendorong tumbuhnya budaya literasi di lingkungan komunitas.

Mendorong Anak Muda Menjadi Agen Literasi

Kegiatan “Ready for Life: Mindfulness di Era Digital” tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan peserta selama pelatihan, tetapi juga diharapkan mendorong perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta diharapkan semakin terbiasa memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya, menggunakan AI dengan mempertimbangkan akurasi dan etika, menerapkan kebiasaan digital yang lebih sadar, serta menyusun langkah nyata untuk mencapai cita-cita mereka.

Program ini juga sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kapasitas belajar sepanjang hayat dan peningkatan kualitas literasi masyarakat.

Melalui kegiatan pengabdian ini, Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi Universitas YARSI bersama Yayasan Pojok Baik Indonesia berharap anak muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga individu yang kritis dalam mengelola informasi, bijak dalam memanfaatkan AI, peduli terhadap kesehatan mental, dan memiliki arah yang jelas dalam merancang masa depan.