YGC Telah Resmi, Hadir Bantu Masyarakat dan Pemerintah Penyakit Langka

 Auditorium Al-Qudus Universitas Yarsi 28 Agustus 2026 menjadi saksi. Pasalnya telah terjadi kegiatan special ,Yarsi Genomik Center (YGC) diresmikan. Rektor Universitas Yarsi, Prof.Dr.dr.Ratna Sitompul, SpM  memukul gong bukti peresmian berlangsung.

Kepala Pusat Genomik Universitas Yarsi, Prof.dr.Sultana MH Faradz, PAK,Ph.D (Prof Sultana) mengatakan, YGC hadir bisa punya banyak manfaat. Bagi mahasiswa bisa belajar mendiagnosis penyakit yang tidak terdiagnosis seperti Rare Disease (penyakit langka). Bisa riset, publikasi papernya berkembang dan kualitas mahasiswanya lebih baik.

Bagi masyarakat bisa bantu mencarikan solusi terhadap  diagnosis pengembaraan (mengembara bahkan sampai 10 tahun dan penyakitnya tidak ketemu-ketemu )

Lebih lanjut dengan hadirnya diagnosis genomik(pemeriksaaan genomik) di laboratorium genomik sehingga bisa ketemu diagnosisnya dan menghemat waktu, tenaga dan uang selain itu bisa jadi tempat Latihan fisioterafi, edukasi secara umum.

Menurut Prof Sultana YGC kehariannnya hadir bantu melayani Masyarakat, berupa konsultasi, pemeriksaan dengan biaya terjangkau dibanding kalau berobat keluar negeri. “Tidak perlu biaya pesawat dan hotel nginap berhari-hari di luar negeri,” ujar Prof Sultana

YGC  akan mulai banyak mendiagnosis penyakit, pengobatan lebih terarah dan pasti (presision medicine). Kemudian bisa melayani konsultasi biasa dan konsultasi online. “ Bisa juga untuk riset pendidikan terutama pascasarjana,” tutur dosen Magister Biomedis Universitas Yarsi.

Di YGC  jumlah sumber daya manusianya makin banyak, karena akan merekrut dari luar negeri yang sudah raih doktor dan punya pengalaman.biaya pemeriksaan terjangkau.”Jadi YGC hadir memberi manfaat masyarakat dan pemerintah terhadap penyakit langka,” tutup Prof Sultana.

Sependapat Prof Sultana, Wakil Rektor II Universitas Yarsi, Ahmad Rusdan H.Utomo, Ph.D (Doktor Ahmad) menambahkan, Yarsi mendirikan genomic center  banyak alasannya. Harus berdampak (kepakaran universitas),tidak hanya publikasikasi paper. Bisa menjelaskan penyakit langka (diwariskan atau ada dan tidak ada obatnya)

Kemudian bisa menjawab berbagai pertanyaan terkait penyakit yang belum diketemukan ,karena jumlah dokter terbatas  dan bisa membantu memberikan penjelasan kepada pasien dan masyarakat

Kekuatan Universitas Yarsi mendirikan YGC ada 2. Pertama punya pengalaman penelitian bidang genetika ( penyakit langka, kanker ) dan punya sekolah untuk konselor genetik peminatan konseling genetic.

Jadi bukan hanya periksa DNA saja. “Kalau pemeriksaan DNA sudah banyak di Indonesia termasuk keberadaannya di ruko-ruko,”tegasnya.

Selanjutnya YGC itu bisa menjelaskan makna DNA dan ginetik. Saat ini tempat menjelaskan belum banyak. YGC bisa menjelaskan bukan hanya ngetes.

Kalau ngetes silahakan di mana-mana. Sebelum dites dan sesudah dites hasilnya keluar, kalau mau dapat penjelasan dan konsultasi  lebih, datanglah ke YGC.

Doktor Ahmad mengulangi, jika masyarakat datang ke YGC, Masyarakat  akan dapat arahan benar perlu di tes atau tidak. Kalau perlu di tes, silahkan tes , Mau di tempat lain atau Yarsi.

DI YGC jika disuruh tes, bukan semua harus dites. Mungkin hanya tertentu satu atau dua gen saja ditesnya. “Ini akan membantu masyarakat. dan masyarakat tidak tertipu,”terang Doktor Ahmad

Ditambahkannya juga , kalau mau periksa kelainan genetik anak  silahkan kewebsite YGC atau rumah sakit Yarsi , bagi Masyarakat pra sejahtera karena Yarsi itu Universitas, ada akses hibah.

Mulai sekarang  langkah YGC berkomunikasi dengan komunitas untuk bantu mereka yang tak mampu sehingga berdampak. “Jadi YGC hadir bantu Masyarakat dan pemerintah penyakit langka,” tutup Doktor Ahmad (usman)