Prof Ratna Resmi Jadi Rektor Yarsi, Dalam Kepemimpinan Terapkan Tiga Nilai Utama

Prof Ratna Resmi Jadi Rektor Yarsi, Dalam Kepemimpinan Terapkan Tiga Nilai Utama

Peningkatan jumlah mahasiswa tetap jadi penting bagi perguruan tinggi swasta(PTS). Namun, keberlanjutan universitas jangan hanya bergantung pada jumlah mahasiswa semata.

PTS  tidak boleh hanya bergantung pada student body. Yang harus dikembangkan sumber daya manusia dimiliki agar jadi kapital bagi perguruan tinggi. Selain itu penelitian tidak hanya menghasilkan publikasi, tetapi juga harus membuka peluang kerja sama dengan industri sehingga memberikan manfaat lebih luas, termasuk menghasilkan nilai ekonomi.

Kolaborasi dengan berbagai sektor akan memperkuat internasionalisasi Yarsi  sekaligus meningkatkan dampak nyata hasil penelitian bagi masyarakat.

Itulah satu hal penyampaian  Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M , SubSpI.I (Prof Ratna) saat resmi dilantik jadi Rektor Universitas Yarsi, di Auditorium Al-Quddus Universitas Yarsi , Rabu(29 /7,2026).

Prof Ratna Resmi jadi Rektor Universitas Yarsi, 1 Agustus 2026 menggantikan Prof.dr.Fasli Jalal,Ph.D masa bakti 2026-2031

Saat pelantikan banyak hal penting disampaikan prof Ratna, diantaranya, akan melanjutkan landasan sudah dibangun pendahulunya dengan fokus pada peningkatan kualitas, pengembangan pendidikan multidisiplin, serta menjaga daya saing PTS di tengah kompetisi  semakin ketat serta penguatan internasionalisasi,.

Prof Ratna mengakui kondisi perguruan tinggi (PT) Indonesia kini tengah menghadapi tantangan besar. Karena itu, Universitas telah berusia 59 tahun tidak cukup hanya mempertahankan capaian telah diraih, tetapi harus terus bertransformasi agar tetap relevan dan kompetitif.

Selain itu kualitas harus terus meningkat. Lulusan Universitas Yarsi harus sanggup kembali kepada masyarakat dan memberikan manfaat nyata. Di tengah persaingan makin ketat, masyarakat semakin mempertimbangkan kualitas dan biaya. “Karena itu, Yarsi harus mampu bertahan, berkembang, dan tetap menjadi institusi unggul,” ujarnya.

Prof Ratna menyatakan, dalam melaksanakan kepemimpinan akan terapkan pada tiga nilai utama, yakni keunggulan, amanah, dan kemaslahatan. Ini bukan sekadar slogan, melainkan fondasi menjalankan PT. “Bagi saya, itu bukan sekadar slogan, tetapi fondasi bekerja setiap hari,” tegasnya

Karena itu saya ingin mengajak seluruh sivitas akademika mengamalkan tiga nilai tersebut, yaitu keunggulan, amanah, dan kemaslahatan,” ulangnya.

Kemudian Prof Ratna menegaskan identitas keislaman tetap menjadi ciri khas sekaligus kekuatan utama Universitas Yarsi. Atmosfer keislaman menjadi alasan utama dirinya menerima tawaran bergabung dengan kampus tersebut beberapa tahun lalu.

Saya masih ingat ketika pertama kali ditawari bergabung di Fakultas Kedokteran Yarsi .Ketika masuk ruangan,melihat kubah masjid. Saya langsung berkata, ‘Wah, tempat ini akan sangat baik  menguatkan keislaman saya.’ Itulah akhirnya mau bergabung di Yarsi ,” tuturnya.

Terkait fakultas kedokteran, Prof Ratna menilai pendidikan kedokteran harus segera beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat. pendidikan dokter tidak lagi dapat berdiri sendiri, melainkan harus berkolaborasi dengan berbagai disiplin ilmu lain, seperti teknologi, psikologi, hukum, hingga ilmu sosial.

Contohnya,diabetes melitus, tidak bisa ditangani hanya oleh dokter. Perlu inovasi, teknologi, psikologi agar pasien patuh berobat, bahkan perlindungan hukum bagi pasien. “Karena itu, ke depan kedokteran tidak bisa lagi berdiri sendiri,” ucapnya.

Prof Ratna mengatakan konsep pembelajaran interdisiplin sebenarnya telah dirintis pada masa kepemimpinan Prof. Fasli dan akan terus diperkuat pada masa kepemimpinannya.

“ Tidak ketinggalan  internasionalisasi akan menjadi salah satu agenda strategis Yarsi. Kerja sama dengan PT luar negeri akan diperluas, termasuk melalui program joint degree, dual degree, pertukaran mahasiswa, dan penguatan jejaring global.

Ke depan, Yarsi  ingin mahasiswa mendapat pengalaman internasional  lebih luas. “Baik lewat kehadiran mahasiswa asing di Yarsi maupun melalui program joint degree dan dual degree dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Rektor Yarsi periode 2019–2026, Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D (Prof Fasli), memastikan tidak memberikan titipan khusus kepada penggantinya. Prof Ratna telah lama berkecimpung di dunia PT dan memahami karakter serta kebutuhan Yarsi.

Kepemimpinan berganti hanyalah bagian dari dinamika organisasi. “Tujuan organisasi itulah yang menjadi penggerak utama dari semuanya,” kata Wakil Menteri Pendidikan Nasional tahun 2010

Prof Fasli optimistis Yarsi siap menghadapi pergantian kepemimpinan karena sistem kelembagaan telah dibangun dengan baik. Prof. Ratna bukan orang baru. Saya melihat ini menjadi kesempatan bagi Yarsi untuk melompat lebih jauh lagi,” cakapnya .

Prof Fasli mengingatkan, PTS ke depan tidak ringan.Semua kecanggihan dan keunggulan dimiliki belum sepenuhnya terbaca oleh pasar. Branding Yarsi masih perlu diperkuat. Kompetisi di luar juga sangat sengit, termasuk dengan semakin kuatnya PTN berbadan hukum (PTN-BH).

Selain memperkuat citra institusi, Yarsi perlu memperluas program studi strategis. “ Tingkatkan jumlah guru besar, perkuat penelitian, serta mendorong publikasi pada jurnal internasional bereputasi,” tutup Prof Fasli (Usman)