Perkembangan teknologi informasi semakin cepat membuat pendidikan perlu mempersiapkan siswa sejak kecil. Siswa tidak hanya perlu belajar menggunakan teknologi, tetapi juga mulai dikenalkan dengan cara memahami dan menciptakan teknologi.
Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Yarsi, Dr. Ummi Azizah Rachmawati (Doktor Ummi) menyatakan itu saat jadi pembicara AI Edunation Fest 2026 dalam Pekan Halal Indonesia di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu,29 Agustus 2026.
Doktor Ummi dalam kegiatan tersebut, menyampaikan materi berjudul Pendidikan Koding dan Kecerdasan Artifisial Menuju Pendidikan Indonesia Berkualitas 2030. Banyak hal menarik dan mencerahkan dibahas. Salah satunya pentingnya pendidikan koding dan kecerdasan artifisial untuk mulai diperkenalkan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah di Indonesia.
Menurut Alumnus Doktor Universitas Indonesia, pengenalan koding dan kecerdasan artifisial(AI) penting untuk membantu siswa menghadapi perkembangan teknologi informasi(TI) dunia. Perkembangan teknologi terus berjalan membuat siswa perlu memiliki pengetahuan sesuai dengan perubahan tersebut. Karena itu, pengenalan teknologi dapat dimulai dari lingkungan pendidikan.
Kini, Indonesia masih lebih banyak berada pada posisi pengguna teknologi, bukan sebagai pencipta teknologi. Salah satu gambaran kondisi tersebut dapat dilihat dari jumlah pengguna media sosial aktif di Indonesia mencapai 190 juta pengguna.
Tingginya jumlah pengguna tersebut menunjukkan penggunaan teknologi di Indonesia cukup besar. Di sisi lain, kondisi ini juga menunjukkan Indonesia menjadi target utama pasar yang dilirik oleh industri teknologi dunia untuk membeli dan menggunakan produk mereka.”Kondisi tersebut wajib dirubah .” ujar Doktor Ummi yang juga Board Advisor Indonesia Youth Robot Federation

Indonesia diharapkan tidak hanya menggunakan teknologi yang dibuat pihak lain, tetapi juga mampu menjadi negara pencipta teknologi dunia. “Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperkenalkan Science, Technology, Mathematics (STEM)sejak kecil,” tutur Doktor Ummi.
Pengenalan STEM dapat membuat siswa mulai dekat dengan pembelajaran berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dari pengenalan tersebut, siswa dapat mulai memiliki dasar memahami perkembangan teknologi dan mengenal hal-hal yang berkaitan dengan proses penciptaan teknologi.
Dalam penerapannya, pendidikan koding dan kecerdasan artifisial perlu disampaikan dengan cara yang berbeda sesuai dengan tingkatan pendidikan. Pada pendidikan dasar, cara penyampaian materi perlu disesuaikan agar siswa dapat memahami pembelajaran dengan lebih mudah.
Salah satu cara dapat digunakan melalui platform pembelajaran menyenangkan dan memiliki tampilan penuh warna. Penggunaan platform seperti ini diharapkan dapat menarik perhatian siswa. Melalui platform tersebut, siswa dapat secara langsung mempelajari logika algoritma dari suatu bahasa pemrograman.
Pembelajaran koding juga dapat dibuat melalui aktivitas yang menyenangkan. Dengan cara tersebut, materi koding dapat dikenalkan tanpa membuat pembelajaran tidak terasa terlalu bosan dan sulit bagi siswa. Mereka dapat mulai mengenal logika algoritma dan cara berpikir dalam pemrograman melalui kegiatan yang lebih sesuai dengan tingkat pendidikan dasar.
Hal yang sama dapat diterapkan dalam pembelajaran AI. Materi AI dapat diberikan melalui permainan yang menyenangkan dengan tetap memasukkan materi tentang (AI). Dengan begitu, siswa dapat mengenal jauh materi tersebut melalui kegiatan yang lebih menarik.
By the way, jika sudah dikenalkan sejak dini koding dan AI, Insya Allah siswa siap hadapi evolusi TI” tutup Doktor Ummi.( ( M1/Nur Ikhsan Fadillah)


