Kini, dokter dituntut tidak hanya punya kemampuan medis. Tapi juga kemampuan komunikasi, empati, dan kemampuan mengikuti perkembangan teknologi kesehatan. Seorang dokter harus mampu memahami kondisi pasien secara menyeluruh dan memberikan pelayanan terbaik.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Muhammad Arib Arnedd (Arib) menyatakan itu terkait profesi kedokteran
Arib mengatakan, menjadi dokter merupakan cita-cita besar ingin diwujudkan sejak lama. Profesi dokter bukan hanya sebuah pekerjaan, tetapi juga bentuk pengabdian kepada masyarakat bidang kesehatan.
Lebih jauh, ketertarikan pada kedokteran muncul karena senang mempelajari tubuh manusia, penyakit, dan bagaimana cara membantu seseorang dapat kembali sehat. Selain itu, ingin menjadi dokter profesional, berempati, bertanggung awab dan mampu memberikan pelayanan terbaik dan bermanfaat pada masyarakat.
Keputusan masuk fakultas kedokteran selain keinginan diri sendiri , tentu dapat dukungan penuh dari orang tua.
Kelak nanti meraih dokter ingin bantu banyak orang. “Berikan manfaat bagi lingkungan sekitar, serta membanggakan kedua orang tua,” janjinya.
Sebagai mahasiswa , proses belajar kedokteran memang tidak mudah dan ada tantangan. Perjalanan menggapai cita-cita dokter masih panjang. Lewat kerja keras, doa, dan dukungan keluarga akan membantu mencapai tujuan mencapai cita-cita yang diimpikan.
Selama menjalani pendidikan di fakultas kedokteran, merasakan banyak pengalaman berharga. Ada yang menyenangkan maupun menantang. Salah satu pengalaman paling berkesan pertama kali mengikuti praktikum dan merasakan langsung pembelajaran berkaitan dunia medis.
Selain itu merasa semakin termotivasi belajar dan mengembangkan kemampuan diri agar dapat menjadi dokter berkualitas masa depan.“Pengalaman tersebut semakin yakin pilihan jadi dokter adalah keputusan tepat.,” ujar remaja kelahiran Bekasi
Seiring berjalannya waktu, ada salah satu pengalaman paling menyebalkan ketika jadwal tugas dan ujian datang bersamaan, hingga waktu istirahat menjadi sangat sedikit.
Padatnya kegiatan akademik sering merasa Lelah. “Disini kuncinya harus pandai mengatur waktu serta disiplin ,” tutur Arib.
Proses belajar di kedokteran, ada mata kuliah mudah dipahami dan ada juga sulit. Anatomi jadi mata kuliah paling mudah karena tertarik mempelajari struktur tubuh manusia. “Bagi saya lebih mudah memahami materi melalui visualisasi dan praktik langsung,” terang Arib.
Sementara biokimia dan histologi jadi mata kuliah yang sulit. Cara mengatasinya berusaha belajar bertahap, buat rangkuman materi, bertanya kepada teman, dan sering mengulang pelajaran.
Sedangkan histologi, harus lebih sering berlatih, melihat preparat dan mempelajari atlas histologi agar lebih memahami gambaran jaringan tubuh.
“Setiap kesulitan pasti ada kemudahan dapat diatasi selama ada usaha dan tidak menyerah,” seru Arib.
Di tengah kesibukan kuliah kedokteran wajib menjaga keseimbangan hidup .dengan menjalani salah satu hobi bermain gitar dan bass. Bagi Arib, gitar bukan hanya alat musik, tetapi juga media untuk mengekspresikan diri dan menghilangkan penat setelah menjalani aktivitas perkuliahan,membantu jadi lebih rileks dan meningkatkan kreativitas.
Selain itu jogging.untuk membuat pikiran jadi lebih segar, mengurangi stres, dan meningkatkan fokus saat belajar.

Selain aktif dalam bidang akademik, Arib juga mengikuti organisasi kemahasiswaan, yaitu Senat Mahasiswa. karena ingin membantu mempererat hubungan antaranggota serta menciptakan lingkungan organisasi yang solid dan saling mendukung.
Jadi dokter, bukan tentang pintar, tapi bisa bertahan ,tidak putus asa, semangat,bisa mengatur waktu, olah raga dan jalankan hobi. Ya Allah ,Saya ingin dibaiat dokter tahun 2029. jadi dokter berkualitas, beri manfaat masyarakat, aamin,” doa Arib ( Mahasiswa FK,Medical Journalim, Muhammad Arib Arnedd)


