Dunia kedokteran dan otomotif memang terlihat berbeda, namun keduanya mengajarkan nilai yang sama, berupa disiplin, fokus, tanggung jawab, dan kerja keras.
Kuliah di fakultas kedokteran dikenal memiliki tantangan tidak ringan. Materi yang banyak, jadwal padat, serta berbagai ujian dan praktikum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari mahasiswa kedokteran.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi,Dhafin Chrisandy (Dhafin) mengungkapan itu seputar pendidikan kedokteran di Jakarta, kemarin
Menurut Dhafin yang hobi balap, menjadi dokter tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga kemampuan berkomunikasi, empati, dan tanggung jawab terhadap pasien. Seorang dokter harus mampu mengambil keputusan tepat demi keselamatan orang lain. Sama seperti seorang pembalap harus mengambil keputusan cepat demi keselamatan dirinya di lintasan.
Keberhasilan tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui proses belajar, konsisten dan kerja keras berkelanjutan serta disiplin
Dhafin yang cinta dunia otomotif tetap memiliki satu tujuan utama, jadi dokter yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Motivasi tersebut juga sejalan dengan harapan kedua orang tuanya yang selalu mendukung dan mendoakan agar ia menjadi pribadi pintar, saleh, sukses, serta mampu membantu banyak orang melalui profesi yang dijalaninya.
Bagi Dhafin, perjalanan menuju gelar dokter masih panjang. Namun ia percaya bahwa dengan belajar, berdoa, dan terus berikhtiar, semua cita-cita dapat diwujudkan.
Sama seperti saat berada di lintasan balap, setiap tikungan dan tantangan harus dihadapi dengan keberanian dan keyakinan untuk mencapai garis akhir.
Suatu hari nanti 2029, ketika perjuangan panjang berhasil dilewati, ia berharap dapat mengenakan jas putih. Tentu dengan penuh rasa syukur dan mengucapkan satu kalimat sederhana menjadi impian setiap mahasiswa kedokteran, raih gelar dokter.

Setelah itu ingin terus belajar mengikuti perkembangan dunia medis.dan ingin membahagiakan orang tua,
Ketertarikan Dhafin terhadap dunia otomotif sudah muncul sejak masih duduk di bangku sekolah. Kecintaannya terhadap balap motor membuatnya pernah mengikuti racing school mempelajari teknik balap yang baik dan benar. Mulai dari teknik menikung, pengereman, hingga keselamatan saat di lintasan.
Pengalaman itu jadi salah satu momen membentuk karakter dirinya menjadi lebih disiplin dan berani menghadapi tantangan.
Tidak hanya sampai di situ, minatnya terhadap dunia otomotif terus berkembang hingga ke balap mobil. Berkat latihan dan kegigihannya, Dhafin berhasil meraih Juara 1 Drag Race (balap kecepatan tinggi), sebuah prestasi membanggakan dalam perjalanan hidupnya.
Sekali lagi, bagi Dafin, kemenangan tersebut bukan hanya soal menjadi tercepat. Tapi juga hasil proses panjang yang membutuhkan latihan, konsistensi, dan mental yang kuat.
“Jadi tahun 2029 di balap otomotif tetap Juara 1 dan jadi dokter, aamiin,”tutup Dafin (Mahasiswa FK,Medical Journalim, Dhafin Chrisandy )


