Dokter masa kini harus mampu menjadi komunikator efektif. Kualitas seorang dokter diukur dari kemampuannya memberikan edukasi mudah dipahami sehingga masyarakat dapat mandiri menjaga pola hidup sehat.
“Dokter adalah sebuah perjalanan panjang,” ujar mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Kheisa Mardhika Sari Davidsonputri ( Kheidav ) saat berbincang dunia dokter, minggu lalu, di Jakarta.
Kheiday menyatakan, perjalanannya menuntut ilmu di Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY) tidak semudah dibayangkan. Pendidikan kedokteran bukan sekadar tentang menghafal teori, tapi tentang pembuktian konsistensi.
Meskipun sebelum jadi mahasiswi kedokteran, perjalanan akademisnya banyak menunjukkan prestasi unggul seperti peserta Olimpiade Sain Nasional Matematika dan Biologi, hingga menjadi finalis karya ilmiah di Universitas Sebelas Maret (UNS), belajar di fakultas kedokteran punya tantangan berat. contoh mata kuliah fisiologi dan mikrobiologi,
Sebagai mahasiswa kedokteran tidak boleh menyerah dan harus diatasi. “Pendekatan belajar sistematis lewat pemahaman mendasar hingga bisa mengetahui jadi solusi.”ujarnya.
Baginya fisiologi dan mikrobiologi adalah memahami tubuh manusia ,sebuah seni. Sama seperti saat mengayunkan kuas di atas kanvas dan akrilik. “Ataupun seperti merangkai kata dalam puisi-puisinya,” cakapnya.
Setiap hambatan adalah tangga menuju keberhasilan. “Dengan ikhtiar sungguh-sungguh dan belajar sistematis. Insya Allah tahun 2029 bisa meraih dokter.” tekad Kheiday yang pernah meraih juara nasional Karate IKO Kyokushin-Kaikan.
Tahun itu nantinya menjadi yang sangat ditunggu hingga bisa mengucap sumpah dokter.” Juga sebagai akhir perjalanan panjang belajar berbagai teori dan praktikum,” ucap Kheday pernah juara atletik pelajar.
Lebih lanjut, sebagai mahasiswi kedokteran yang belajarnya berat ,tentu olahraga juga dilakukan untuk jaga kebugaran dan kesehatan
Tidak itu saja, untuk menambah wawasan ,persahabatan dan mengembangkan potensi kepemimpinan, diluar ruang kuliah, aktif ikut Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) . “dalam organisasi itu menjabat sebagai Koordinasi Komisi,” cakap Kheiday yang nanti setelah jadi dokter ingin jadi dokter militer.
Kepada rekan seperjuangan, pahami model belajarmu, cari lingkaran pertemanan suportif, “ Jangan pernah putus ibadah dan minta doa orang tua.” Pesan Kheday kepada junior mahasiswa kedokteran.
Dokter masa kini banyak serunya dan tidak monoton. “ Tidak menyerah dan belajar terus ,tahun 2029 jadi dokter lalu dokter militer,” tutup Kheday (Mahasiswa FK,Medical Journalism, Kheisa Mardhika Sari Davidsonputri)


