Wujudkan Notaris Unggul Berintegritas, INI Gelar Workshop dan MOU dengan Yarsi

Notaris merupakan profesi luhur dengan tanggung jawab besar dalam pelayanan hukum kepada masyarakat. Pembentukan notaris unggul dan berintegritas harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap pendidikan, magang, praktik, hingga purna tugas.

Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum Kementerian Hukum RI, Dr. Widodo, SH., MH (Pak Widodo) menyatakan itu saat membuka Workshop Pengurus Pusat Ikatan Notaris Indonesia (PP INI). di Universitas Yarsi, Kamis(29/1/26)

Selanjunya didepan peserta berprofesi notaris juga sebagai dosen pengajar Program Magister Kenotariatan (MKN) Pak Widodo menyampaikan banyak hal diantaranya, tantangan ke depan notaris terkait digitalisasi kenotariatan. Termasuk persoalan penyimpanan protokol notaris dan wacana pengembangan cyber notary memerlukan kajian mendalam.

Perlunya sinergi antara perguruan tinggi (PT), organisasi profesi, dan pemerintah sehingga bisa menghasilkan notaris siap menghadapi realitas praktik serta mampu menjadi penjaga kepastian hukum dan pelayan keadilan juga dibahas.

Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi akademik berkelanjutan. Sekaligus kontribusi nyata dunia pendidikan kenotariatan dalam mendukung terwujudnya notaris profesional, berintegritas, dan berdaya saing. “Semuanya demi pelayanan hukum berkualitas bagi masyarakat dan pembangunan Indonesia Emas,” tutur Pak Widodo.

Ketua Umum PP INI, Dr. Irfan Ardiansyah, SH., Sp.N., LL.M.,(Pak Irfan) menambahkan sinergi INI dengan PT penyelenggara Magister Kenotariatan bukti langkah strategis dan harus berkelanjutan.

Menurutnya, dosen pengajar punya peran kunci menyiapkan notaris masa depan berilmu, profesional, berkualitas, serta memiliki daya saing tinggi. Selain penguasaan ilmu, kesiapan mental dan pemahaman etika profesi juga harus ditanamkan sejak kuliah.

Lewat workshop ini, INI berharap terbangun jejaring akademik yang kuat antar PT. “Sehingga kualitas pendidikan kenotariatan di Indonesia terus meningkat dan relevan sesuai tantangan praktik profesi,” tutur  Pak Irfan.

Sementara Rektor Universitas Yarsi, Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D.,menekankan pentingnya pengayaan kurikulum Magister Kenotariatan agar selaras dengan dinamika hukum nasional dan global. Prof Fasli menilai PT harus responsif terhadap perubahan zaman, termasuk perkembangan teknologi dan kebutuhan praktik hukum.

Workshop ini menjadi forum strategis bangun jejaring akademik nasional, menyamakan persepsi. memperkuat sinergi antara dunia akademik, organisasi profesi, dan pemerintah. “ Tentu tujuannya mencetak notaris unggul dan berintegritas.”ujar Prof Fasli.

Kegiatan nasional ini diikuti 113 peserta,,terdiri dosen pengajar Magister Kenotariatan dari berbagai PT negeri dan swasta di seluruh Indonesia. Dalam gawe ini ada istimewa. INI dengan Universitas Yarsi melakukan penandatanganan kerjasama.(usman)