Manajemen risiko rumah sakit dalam situasi bencana merupakan isu yang semakin krusial. Rumah sakit dituntut menjaga mutu pelayanan klinis dan harus punya tata kelola kuat, sistem pengambilan keputusan tepat dan kemampuan memastikan keberlangsungan pelayanan dalam kondisi penuh ketidakpastian. Karena itu, pemahaman komprehensif mengenai hospital risk management menjadi kompetensi penting bagi para pengelola rumah sakit di berbagai tingkat pelayanan.
Kepala Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi,Dr. dr. Lia Gardenia Partakusuma,Sp. PK(K), M.M.,MARS.,FAMM (Doktor Lia) menyatakan itu saat Seminar Nasional Hospital Risk Managemen In Disaster, 21 Januari 2026 di Universitas Yarsi.
Perhelatan ilmiah ini banyak menampilkan pembicara berpengalaman bantu menanggulangi ragam bencana. Pakar Seismolog/Bencana Kebumian (Dr.Jaya Murjaya,M.Si), Ketua Kompartemen Manajemen Penunjang dan Tanggap Bencana Persatuan Rumah Sakit Indonesia ( Dr.dr.R.mTjahja Nurrobi.,M.Kes.,Sp.OT(K) Hand ),Pakar Krisis Kesehatan (drg.Leny Juniarta.,M.Kes), Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Tamiang, Aceh(dr.Andika Putra.,Sp.PD, Direktur Rumah Sakit Teungku Fakinah Aceh ( dr.Rachmat Hidayat.,M.Si., Sp.PD), Ketua Yayasan Wanadri (dr.Tri Wahyu Murni Sulistyowati.,Sp.BTKV.,M.Kes), Pratisi Medis Penanggulangan Bencana (dr.Ekasakti Octohariyanto.,M.Pd.Ked) dan Relawan Dokter Universitas Yarsi ( dr.Cesario.,Sp.B).
Menurut Doktor Lia pertemuan ilmiah ini membahas seputar kebijakan nasional dan tata kelola mitigasi bencana pada sektor kesehatan. Peran data informasi dan early warning system dalam mitigasi bencana.
Selain itu mengulas standar regulasi dan kesiapan rumah sakit (RS), peran pemerintah dalam krisis kesehatan akibat bencana .Lalu manajemen klinis dan non klinis dalam bencana pembelajaran nyata dari kasus bencana banjir di Indonesia. Penguatan kapasitas SDM dan budaya siaga bencana di rumah sakit.
Alumnus Doktor dari Universitas Gadjah Mada mengatakan, para pembicara intinya merefleksikan pemikiran strategis dan pengalaman di bidangnya. Tentunya materi itu dapat memperkaya wawasan akademik sekaligus memberikan rujukan praktis aplikatif, khususnya menghadapi bencana dan situasi darurat.
Lebih lanjut Doktor Lia menerangkan, seminar ini bertema ,Penguatan Tata Kelola dan Keberlanjutan Pelayanan Rumah sakit di Indonesia digelar Program Studi Magister Administrasi Rumah Sakit Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi (Prodi MARS).
Pesertanya selain mahasiswa dan dosen Prodi MARS, banyak juga pegawai rumah sakit pemerintah dan swasta. Istimewanya acara ini hadir pula Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof.dr. Jurnalis Uddin, PAK
Tujuannya sebagai media pembelajaran dan mewujudkan komitmen menghasilkan lulusan berpikir kritis, adaptif, serta berorientasi pada keselamatan pasien dan keberlanjutan pelayanan kesehatan.”Juga menjembatani teori dan praktik,” cakap Doktor Lia.
“Acara ini juga wujud kepedulian Yarsi atas kejadian bencana dengan memberikan sesuatu bermanfaat,” seru Doktor Lia.
Dengan adanya bancana ini harus belajar, bagaimana preventif, curative dan rehabilitative. Kemudian harus memberikan edukasi pada rumah sakit lalu memberikan pertolongan kepada masyarakat yang benar.

Tentunya selesai acara ini Prodi MARS Yarsi akan membuat usulan kebijakan kepada pemerintah. Apa yang terjadi , bagaimana solusinya dan apa yang dilakukan setelahnya. Semua informasi itu dari hasil kerja penanganan di tempat kejadian peristiwa
Yang khusus tentang informasi kebencanaan itu sendiri peraturan yang sudah ada harus patuh dilaksanakan. Memberikan cara koordinasi dengan berbagai yang terkait sehingga bisa memberikan pertolongan.mengusung sesuatu yang baru.
Yarsi juga melakukan kepedulian kepada lingkungan terhadap bumi lewat penanaman pohon dan tak lupa Yarsi memberikan bantuan untuk yang terdampak dan meluncurkan buku kompilasi tulisan ilmiah manajemen bencana (Usman)


