Mahasiswa Kedokteran Pasca Belajar, Main Boleh, Lupa Jangan, Tahun 2029 Jadi Dokter

Dokter masa kini merupakan profesi kompetitif, kurang dihargai, dan menuntut kesabaran. Persaingan ke depan juga pasti akan lebih berat seiringan makin modernnya zaman. Ditambah dengan fenomena Artificial Intelegent (AI),hal tersebut menuntut dokter harus mampu mengikuti dan menguasai beberapa keterampilan lain di luar medis.

Lalu seorang dokter harusA berkualitas  diantaranya punya prestasi, rekam karir bagus dan review pasien yang baik.

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Muhamad Rayhan Rinaldo (Aldo) menyatakan itu tentang profesi dokter, minggu lalu di Jakarta.

Aldo masuk fakultas kedokteran karena punya cita-cita menjadi dokter tertanam sejak kecil. Ditambah dukungan dari orang tua , “Insya Allah tahun 2029 saya sudah meraih profesi dokter ,” tekad Aldo pernah meraih medali olimpiade biologi.

Setelah masuk jadi mahasiswa kedokteran ternyata diluar perkiraan. Belajar di fakultas kedokteran tidak bisa dikatakan mudah atau susah . Semua ada tantangannya tersendiri. Seperti blok Gastro Intestinal (GIT), anatomi, tantangan mengatur waktu dan jumlah praktikum banyak. “Kuliah kedokteran butuh dedikasi dan resiliensi untuk tetap stay di bawah tekanan,” ujarnya

Karena itu bagi rekan seperjuangan junior , kalau sudah terjun ayo selesaikan sampai akhir. Tingkatkan effort, bangkitkan minat dengan perkuat literasi dan persiapkan diri saat mau ujian  sehingga akhirnya  bisa mewujudkan cita dan keinginan orang tua kita. “Bersenang-senang, rekreasi, me time boleh.tapi jangan lupa belajar,” cakap Aldo

Kuliah di fakultas kedokteran punya ragam pengalaman.  Ada yang berkesan diantaranya lolosnya dari HER blok SSP atau yang dikenal blok neuro. Sebaliknya, pengalaman paling menyebalkan dan timbul gelisah periode dari blok respirasi sampai GIT di mana tidak ada satupun blok saya yang sukses lulus ujiannya.

Bagi saya ,kelak jadi dokter wajib membuat rencana dan strategi. Termasuk plan b saya just in case yang terjadi merupakan skenario terburuk.  Dari sekarang menyimpan sisa uang jajan untuk saya lempar ke crypto atau logam mulia atau mengambil kursus keahlian singkat memiliki demand.

”Saya mau jadi dokter berkualitas tapi berduit. Jadi mahasiswa kedokteran pasca belajar ,main boleh, lupa jangan“Insya Allah tahun 2029 jadi dokter,aamiin ,”tutup Aldo yang pernah meraih dua kali olimpiade kimia (Mahasiswa Kedokteran Universitas Yarsi, Muhamad Rayhan Rinaldo)