Yarsi sebuah kampus yang tidak mau diam. Dari hari ke hari, minggu ke minggu bulan ke bulan selalu saja ada ragam kegiatan. Senin hingga Rabu lalu tepatnya 10 -12 Agustus 2026 program studi Teknik Informatika (Prodi TI) menggelar Worshop Federated Artificial Intelligence Research Assembly for Data Interoperability and Secure Analytics ( FARADISA ) dan mendatangkan pengagas istimewa dari dalam dan luar negeri.
Kepala Laboratorium Riset Artificial Intelligence(AI),Big Data and Computer Vision juga Tim Peneliti Universitas Yarsi, Chandra Prasetyo Utomo,S.Kom.,M.S (Pak Chandra) menjelaskan,FARADISA merupakan suatu inisiatif dari kerjasama dan kolaborasi Yarsi bersama mitra internasional dari Jepang ( NAIST ,Kansai University ) dan Thailand (Kasetsart University) dan mitra nasional ( PT.Pandu Biosains, Pathgen Diagnostik Teknologi, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo,Rumah Sakit Yarsi dan Rumah Sakit dan Mulut Yarsi ).
Lewat pertemuan disepakati peningkatan pengerjaan AI disesuaikan kebutuhan real dari regulasi Kementerian Kesehatan yaitu pemanfaatan AI harus dipertimbangkan data-data pribadi dan keamanan data.
Selain itu lewat lokakarya FARADISA akan terjadi kolaborasi dan pengembangan, sehingga produk dihasil sesuai regulasi dan bermanfaat.
Kemudian akan banyak lagi akan diraih seperti dana hibah internasional, publikasi paper,jurnal, memberikan kebijakan positif menguntungkan.Direncanakan setiap tahun akan ada meeting dan workshop. Serta tiap bulan akan ada webinar.

Selama ini fokusnya FARADISA pada pengembangan model machine learning dalam aplikasi kesehatan dan mengerjakan proyek-proyek sudah berjalan.
Faradisa ini nantinya akan jadi konsorsium kuat terdiri multi institusi pendidikan perguruan tinggi dan rekan-rekan industri.
Karena ini pertemuan pertama ,jadi pesertanya yang telah menjalin kerjasama dengan Universitas Yarsi . “Untuk pertemuan kedua dan ketiga baru akan mengajak peserta lebih luas” tutur Pak Chandra juga Ketua Panitia Faradisa.
Jadi pertemuan FARADISA ingin menyatukan potensi hingga lahir inisiatif dan berbagai peluang. “Serta kolaborasi dan pengembangan,sehingga produk dihasil nantinya sesuai regulasi dan bermanfaat,”tegas Pak Chandra.
Sekretaris Prodi TI, M.Fathurahman,S.Kom.,M.Kom (Pak Fathurahman) menambahkan, tindaklanjut FARADISA akan membangun roapmap riset dengan case dari mitra
FARADISA ini inisiasi dari Pak Chandra dan akan memperkuat kerjasama riset, transfer teknologi dan peningkatan kapasitas dalam mengelola pengembangan AI.
Dalam lokakarya FARADISA sebagai pembicara, perwakilan Universitas Yarsi, Pak Chandra, Wakil Rektor II Universitas Yarsi yang juga Kepala Lembaga Penelitian, Ahmad Rusdan H.Utomo, Ph.D, Dekan Fakultas Teknologi Informasi, Dr. Ummi Azizah Rachmawati,S.Kom,M.Kom dan saya membawakan materi seputar pengantar machine learning dalam aplikasi Kesehatan. “Tidak ketinggalan tahapan pengembangan seperti business dan data understanding, data preparation, modeling, evaluation serta deployment,” kata Pak Fathurahman.
Sementara dari luar Yarsi dan mitra lokal , PT.Pandu Biosains, Nashuha Insani,S.Kom dan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, M.Wildan Pratama,S.Kom
“Sedangkan dari luar negeri tampil Prof.Kohei Ichikawa dari Kansai University Jepang dan Dr. Kundjanasith Thonglek dari Kasetsart University,” tutup Pak Fathurahman.
Jadi Yarsi gelar FARADISA ingin wujudkan kolaborasi dan mengembangkan AI jadi produk sesuai regulasi dan bermanfaat
Lokakarya FARADISA digelar selama tiga hari terasa istimewa karena Rektor Universitas Yarsi, Prof. Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K)., Subsp I.I.yang sangat sibuk dan padat jadwal kegiatannya bisa mengikuti kegiatan ini.(Usman)


