Universitas Yarsi membekali tenaga kependidikan (tendik) dengan strategi pelayanan prima yang ramah keberagaman individu, khususnya bagi mahasiswa penyandang disabilitas.
Pelatihan bertajuk “Strategi Pelayanan Prima yang Ramah Keberagaman Individu bagi Tenaga Kependidikan Universitas Yarsi” digelar Kamis (13/8) selama tiga jam di Collaborative Smart Classroom (RASCAL) DPJJ Universitas Yarsi.
Kegiatan tersebut mengusung semangat membangun budaya inklusi, menghadirkan pelayanan ramah disabilitas, serta memastikan kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Yarsi, Alabanyo Brebahama, mengatakan pelayanan kepada mahasiswa disabilitas tidak cukup hanya mengandalkan fasilitas fisik yang aksesibel.
“Tenaga kependidikan juga perlu memiliki kemampuan berinteraksi, memahami kebutuhan mahasiswa, serta memberikan dukungan secara tepat,” kata Alabanyo.
Dalam sesi pelatihan, Alabanyo memperkenalkan prinsip sederhana “3S”, yakni Sapa, Sabar, serta Support and Facilitate.
“Setiap disabilitas ketika sedang merasa sendiri, ketika ditegur, disapa, itu merasa berharga banget,” ujarnya.
Ia menjelaskan, ragam disabilitas memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu, petugas tidak seharusnya langsung berasumsi mengenai bantuan yang dibutuhkan.
Tenaga kependidikan perlu terlebih dahulu menyapa, menanyakan kebutuhan, kemudian memberikan bantuan sesuai kondisi mahasiswa
Sumber:
Lihat

