Fadhli Mahasiswa Prodi TI Yarsi Sukses Rancang Website Kementerian Pertanian, Yarsi Dukung Muncul Fadli Lainnya.

Di Universitas Yarsi, bukan hanya dosen punya karya diluar, tapi mahasiswapun juga punya karya. Kalau dosen punya karya diluar itu biasa, tapi kalau mahasiswa baru luar biasa. Pasalnya tidak semua mahasiswa bisa berkarya diluar.

Baru-baru ini ada suatu istimewa baru semester dua, mahasiswa program studi Teknik Informatika (Prodi TI), Muhammad Fadhli Wijaya (Fadhli), berhasil  dan sukses merancang platform berbasis web yang dapat digunakan membantu memantau penyaluran Bantuan Pemerintah (Banpem) Kementerian Pertanian. Platform tersebut dibuat sebagai solusi digital membantu proses pengawasan dan pemantauan penyaluran bantuan di sektor pertanian.

Fadhli mengatakan, pengawasan dan pemantauan penyaluran bantuan pemerintah di sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan. Terutama dalam hal efisiensi dan transparansi. Alur distribusi yang panjang serta pencatatan data belum terintegrasi secara optimal menjadi salah satu kendala dalam memastikan proses penyaluran bantuan dapat dipantau dengan baik.

Melihat kondisi tersebut, kami merancang sebuah platform web khusus digunakan tracking Bantuan Pemerintah Kementerian Pertanian. “Platform ini dirancang mempermudah pemantauan alur distribusi bantuan mulai dari tahap pengadaan, pengiriman, hingga bantuan diterima oleh kelompok tani sasaran,” terang Fadhli.

Menurut Fadhli, dalam mengembangkan platform tersebut kami memanfaatkan kemampuan dalam pemrograman web dan manajemen basis data. Sistem yang dibuat menggunakan PHP dan MySQL sebagai fondasi backend.

Sementara itu, untuk menampilkan sebaran bantuan secara geografis, platform menggunakan Leaflet.js sebagai pustaka pemetaan interaktif.

Selain itu ,platform tersebut mencakup wilayah di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. Setiap wilayah ditampilkan dalam bentuk titik pada peta. Ukuran titik menunjukkan jumlah transaksi bantuan yang tercatat di masing-masing wilayah.

Fadhli menyatakan, lewat tampilan tersebut, informasi mengenai sebaran bantuan di berbagai wilayah Jawa Barat dapat dilihat dengan lebih mudah.

Selain peta interaktif, platform ini dilengkapi dengan beberapa fitur untuk mendukung proses pemantauan data bantuan. Salah satunya adalah ringkasan informasi yang menampilkan total wilayah dan jenis bantuan. Pengguna juga dapat melihat data secara lebih rinci berdasarkan wilayah, seperti sumber bantuan, jenis bantuan, volume, hingga satuan.

Platform tersebut juga menyediakan fitur penyaringan berdasarkan jenis atau kategori bantuan. Dengan fitur ini, pengguna dapat memilih data tertentu sesuai dengan jenis bantuan yang ingin dilihat. “Fitur tersebut membantu pengguna mendapatkan informasi lebih sesuai dengan kebutuhan pemantauan,”tutur mahasiswa semester dua.

Fadhli menambahkan, fitur lain yang tersedia adalah status verifikasi data secara otomatis. Sistem akan memberikan status terverifikasi apabila seluruh kolom informasi telah terisi lengkap. Sementara itu, data yang masih memiliki kolom kosong akan diberikan status belum terverifikasi. “Proses tersebut dilakukan secara otomatis sehingga tidak membutuhkan input manual dari petugas,”ujar Fadhli.

Adanya fitur verifikasi otomatis dapat membantu petugas mengidentifikasi data yang masih perlu dilengkapi tanpa harus melakukan pemeriksaan satu per satu secara manual. Petugas dapat lebih mudah mengetahui data yang belum lengkap sehingga dapat dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Fadhli mengungkapkan, pengembangan platform digital ini berawal dari pengamatan  terhadap pentingnya digitalisasi layanan publik di sektor pertanian, khususnya dalam pencatatan dan pemantauan bantuan. Pencatatan dan pemantauan bantuan yang masih tersebar dan belum terintegrasi secara optimal menjadi salah satu alasan dikembangkannya sistem tersebut.

Platform ini juga dirancang membantu melihat proses penyaluran bantuan secara lebih terstruktur. Data yang tersedia dapat dipantau berdasarkan wilayah maupun jenis bantuan.

Fadhli menegaskan, dengan adanya informasi tersebut, pengguna dapat melihat gambaran mengenai penyaluran bantuan yang tercatat di berbagai wilayah Jawa Barat.

Melalui platform ini, data bantuan dapat ditampilkan dalam satu sistem dengan beberapa fitur yang mendukung proses pemantauan. Penggunaan peta interaktif memberikan gambaran mengenai wilayah penyaluran bantuan, sedangkan fitur penyaringan dan rincian data membantu pengguna melihat informasi berdasarkan kebutuhan.

Fadhli menegaskan, platform yang dirancang ini menunjukkan penerapan kemampuan dipelajari di bangku kuliah ke dalam sebuah kebutuhan di sektor pertanian. Kemampuan dalam pemrograman web, pengelolaan basis data, serta penggunaan teknologi pemetaan diterapkan untuk membuat sistem yang dapat membantu proses pencatatan dan pemantauan bantuan pemerintah.

Fadhli berharap, keberadaan platform tersebut dapat mendukung proses pengelolaan bantuan pemerintah agar dapat dilakukan secara lebih efisien dan terukur. Kemudian pemanfaatan teknologi dalam pencatatan dan pemantauan juga dapat menjadi salah satu langkah dalam modernisasi tata kelola bantuan pemerintah.

Pengembangan platform tracking Banpem ini menjadi salah satu contoh bagaimana teknologi informasi dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan di sektor pertanian.

Ayo siapa lagi yang bisa ikut jejak Fadhli, Yarsi tentu berharap dan dukung banyak muncul Fadhli-Fadhli lainnya dari mahasiswa. ( M1/Nur Ikhsan Fadillah)