Pendekatan mindfulness terbukti secara ilmiah efektif dalam mendukung kesehatan mental. Intervensi ini dideskripsikan sebagai kemampuan untuk menyadari pengalaman saat ini secara penuh dan tanpa menghakimi.
Pendekatan mindfulness telah banyak digunakan dalam intervensi psikologis untuk membantu individu mengelola stres, kecemasan, dan tekanan emosional, serta meningkatkan kesejahteraan psikologis secara keseluruhan.
Seiring dengan perkembangan teknologi digital, intervensi berbasis mindfulness kini dapat diakses melalui platform digital. Harapannya bisa membuka peluang untuk menjangkau lebih banyak individu secara lebih luas, fleksibel, dan terjangkau.
Untuk mendukung pendekatan mindfulness di era digital, tim peneliti dari Fakultas Psikologi Universitas YARSI mengembangkan PSIDAMAI. Ini adalah inovasi layanan kesehatan mental digital berbasis web yang mudah diakses oleh masyarakat, terutama yang belum terjangkau layanan konvensional.
“Karena kalau kita lihat, sebetulnya jangkauan layanan kesehatan mental yang ada sekarang itu ada banyak hambatan, terkait sama faktor pembiayaan, faktor transportasi, jarak, belum lagi tingginya stigma dalam isu kesehatan jiwa,” kata Ketua Tim Peneliti PSIDAMAI sekaligus dosen di Fakultas Psikologi Universitas YARSI, Ratih Arruum Listiyandini, Ph.D., Psikolog, di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
“Maka kita perlu menemukan semacam model layanan kesehatan alternatif yang bisa membantu secara efektif dalam isu-isu masalah kesehatan mental,” tambahnya.
Selama beberapa tahun terakhir, tim PSIDAMAI bekerja sama dengan para peneliti mitra di Indonesia dan Australia melakukan pengembangan dan pengujian program kesehatan mental digital menggunakan pendekatan mindfulness, didasarkan pada bukti ilmiah, serta disesuaikan dengan konteks budaya Indonesia.
Menurut Ratih, PSIDAMAI hadir untuk menjawab tantangan keterbatasan akses layanan kesehatan mental di Indonesia, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat yang belum terjangkau layanan konvensional. Dengan memanfaatkan teknologi digital, PSIDAMAI menginisiasi dan mengembangkan program intervensi mindfulness yang disampaikan melalui web dan teruji ilmiah.
Perkuat Sistem Kesehatan Mental Indonesia
Melalui penggabungan pendekatan ilmiah, inovasi digital, dan kolaborasi lintas sektor, PSIDAMAI berupaya untuk berkontribusi dalam penguatan sistem kesehatan mental di Indonesia. Serta mendorong terciptanya solusi yang inklusif, berbasis bukti, dan memiliki dampak yang berkelanjutan.
Saat ini, PSIDAMAI menjalankan dua proyek penelitian utama yang didukung oleh mitra nasional dan internasional. Dimulai pada 2024 dengan dukungan hibah internasional dari KONEKSI (Knowledge Partnership Platform Australia-Indonesia) senilai Rp 2,4 miliar, PSIDAMAI melakukan pengembangan dan evaluasi program mindfulness berbasis web untuk dewasa muda di Indonesia. Termasuk menilai efektivitas, penerimaan, dan manfaat program tersebut secara berkesinambungan.
Sementara itu, dengan dukungan hibah pendukung dari AII (Australia-Indonesia Institute) senilai kurang lebih Rp 400 juta. PSIDAMAI berfokus pada penelitian untuk menilai keberterimaan dan kelayakan model layanan kesehatan mental dari platform intervensi berbasis web yang diadaptasi dari laman konsultasi masalah mental bernama This Way Up dari Australia.
Proses adaptasi ini tidak hanya menyesuaikan bahasa, tetapi juga mempertimbangkan aspek budaya, kebiasaan masyarakat, serta sistem layanan kesehatan yang berlaku di Indonesia.
Rancang Layanan Kesehatan Mental Digital yang Dibutuhkan
Pada Kamis, 8 Januari 2026, Tim Peneliti PSIDAMAI didukung Australia-Indonesia Institute (AII) menyelenggarakan diskusi panel bersama calon pengguna untuk turut merancang layanan kesehatan mental yang sesuai kebutuhan.
Diskusi ini menjadi ruang berbagi perspektif antara peneliti, praktisi, pengambil kebijakan, dan masyarakat atau pengguna.
Peserta yang terdiri dari calon pengguna layanan, praktisi kesehatan mental, akademisi, serta tokoh masyarakat diajak berdiskusi dalam kelompok kecil. Mereka menyampaikan pandangan, kebutuhan, serta harapan terkait layanan kesehatan mental digital, termasuk kemudahan akses dan pengalaman penggunaan.
Masukan dari peserta akan digunakan sebagai bahan utama dalam pengembangan dan penyempurnaan layanan kesehatan mental digital berbasis web yang sedang dirancang.
“Diharapkan, layanan ini dapat menjadi alternatif yang lebih inklusif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia,” kata Ratih.
Melalui kolaborasi riset Indonesia–Australia ini, Fakultas Psikologi Universitas YARSI dan PSIDAMAI diharapkan akan dapat berkontribusi dalam pengembangan layanan kesehatan mental yang lebih mudah dijangkau serta mendukung upaya peningkatan kesejahteraan mental masyarakat.


