Fakultas Psikologi Universitas Yarsi (FPsiUY) baru saja melakukan pergantian dekan. Sebelumnya dijabat Dr.Miwa Patnani,S.Psi.,M.Si,kini amanah beralih kepada Ratih Arruum Listiyandini, Ph.D., Psikolog,(doktor Arrum), periode tahun 2026-31.
Doktor Arrum mengatakan, dalam 100 hari kepemimimpinannya pekerjaan awalnya merapikan sistem internal. Langkah tersebut meliputi pengumpulan data dan informasi, konsolidasi sarana dan prasarana serta keuangan, pemetaan sumber daya manusia (SDM), hingga pembagian tugas dan sistem kerja.
“Jadi kerjaan awal kami merapikan sistem dan pembenahan internal,” tegas alumnus Doktor University of New South Wales, Australia, Selasa,29 September 2026 kepada Humas Yarsi.
Selanjutnya kami akan menyusun roadmap atau rencana strategis lima tahun ke depan. Rencana tersebut akan dilengkapi dengan indikator pencapaian sehingga setiap program dijalankan punya arah dan ukuran yang jelas.
Mengenai pengembangan lima tahun ke depan, salah satu rencana FPsiUY, membangun pusat inovasi dan riset. Pusat tersebut dirancang dengan menggabungkan keahlian para dosen dan diarahkan menjadi center of excellence dalam kegiatan riset.
Pusat inovasi dan riset tersebut nantinya tidak hanya berfokus pada penelitian. Tapi diharapkan juga menghasilkan dampak bagi masyarakat.” Konsep pusat tersebut saat ini masih dalam tahap pembahasan,” cakapnya
Di bidang akademik, fakultas juga menyiapkan strategi untuk meningkatkan jumlah mahasiswa serta mengembangkan program studi baru dalam ekosistem pendidikan psikologi. “Rencana tersebut mencakup pengembangan Program Studi Profesi Psikologi dan Magister Psikologi,” terang Dekan Baru FPsiUY.
Kemudian internasionalisasi juga menjadi bagian dari arah pengembangan fakultas. FPsiUY akan mulai menjajaki kerja sama yang memiliki keluaran yang dapat diukur, baik dalam bidang riset dan akademik. Termasuk kegiatan yang memberikan dampak kepada masyarakat.
Kini fakultas juga akan mengembangkan berbagai program bersama masyarakat, komunitas, dan pemangku kepentingan.” Program yang dikembangkan dapat berupa asesmen, pelatihan, maupun inovasi,” ungkapnya.
Dalam menjalankan berbagai program tersebut, keberhasilan tidak hanya dilihat dari peningkatan jumlah atau kuantitas. Pertumbuhan, kualitas, dan dampak sebagai beberapa ukuran juga diperhatikan, Pertumbuhan dilihat dari peningkatan capaian dari tahun ke tahun. Sementara kualitas berkaitan dengan peningkatan mutu program dan hasil yang diperoleh.
Dalam bidang penelitian, misalnya, peningkatan tidak hanya dilihat dari jumlah publikasi, tetapi juga kualitas jurnal dan dampak penelitian yang dihasilkan.
Dampak itu adalah bagaimana pada akhirnya kegiatan akademik itu tidak hanya berhenti pada penilaian-penilaian yang sifatnya indikator kerja.Tapi juga benar-benar dipakai membuat sebuah perubahan di Masyarakat.
Ratih juga melihat perkembangan bidang psikologi di Indonesia memiliki peluang yang semakin luas seiring perhatian terhadap isu kesehatan mental. Menurutnya, fakultas psikologi tidak hanya dapat berkiprah dalam bidang kesehatan mental, tetapi juga berbagai industri dan bidang lain yang berkaitan dengan perilaku manusia.
Khusus perkembangan teknologi juga menjadi salah satu hal perlu diikuti pendidikan psikologi. Pendekatan multidisipliner dan interdisipliner serta pemanfaatan teknologi dinilai penting untuk dikembangkan. Fakultas juga perlu memiliki nilai keunggulan atau ciri khas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memiliki arah menuju globalisasi dan internasionalisasi.
Kepada mahasiswa FPsiUY agar mahasiswa terus belajar dan bertumbuh. Ikuti selalu perkembangan dunia dan harus belajar punya kemampuan adaptasi dan resiliensi yang baik.”Setelah itu penting menjaga ketahanan mental di tengah perkembangan dunia digital,” pesan Bu Dekan .
“Ingat, bagaimanapun
akhirnya perkembangan dunia digital itu juga harus diikuti oleh ketahanan mental yang baik,” tutup Doktor Arrum ( M1/Nur Ikhsan Fadillah)


