Gak seru dan gak rame. Jika sukses suatu kegiatan atau pekerjaan tanpa ada masalah dan gelombang. Alias gak ada konflik, jadi keberhasilannya terasa datar dan sunyi.
Dalam penyelenggaraan haji,itu semua tidak berlaku. Suksesnya Kementerian Haji dan Umrah dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M Adalah berhasil menyelesaikan ragam masalah dan multi gelombang serta berhasil menuntaskan banyaknya hambatan yang bikin lambat (bottlenecking)
Keberhasilan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj tahun 2026 dipuji Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, menilai penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.E. (Doktor Dahnil), keberhasilan itu karena dibangunnya integritas. Integritas jadi kunci keberhasilan, yaitu kejujuran moralitas atau konsisten ucapan dan tindakan dalam bekerja.
Doktor Dahnil menyatakan kepada Majalah Kabar Yarsi. Haji dan umrah merupakan kegiatan suci, pengurusannya harus ditangani dengan suci pula. Jangan prakteknya kolutif, manipulative, penipuan dan rente.
Selama 1 tahun bekerja, saat masih bernama Badan Penyelenggara Haji Umrah menemukan banyak pengurusan haji umrah ditangani dengan kolutif, manipulative, penipuan dan rente.Kegiatan haji umrah menyedihkan. Banyak praktek gelap (jemaah dan ummat gak tahu informasi ) dan agama dijadikan sekedar komoditas. “Dengan membangun integritas dalam bekerja itu semua kurang benar bisa diperbaiki,” ujar Alumnus Doktor Universitas Diponegoro
Mulai dari dalam negeri dan luar negeri dilakukan transparan. Dalam bekerja kami bangun tim, termasuk mengajak Kementerian Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi ,Kejaksaan, Polisi dan Tentara.
Doktor Dahnil mengatakan, ngurusin orang beribadah haji itu ngurusin orang-orang baik, berniat baik serta menunaikan dan menyempurnakan keislaman. Karena itu jangan dirusak oleh para pelaku oknum-oknum melakukan penipuan dan cari keuntungan dalam kegiatan haji.
Para pelaku dan oknum-oknum ini dilawan dan di hentikan oleh Kementerian Haji dan Umrah. “Penyelenggaraan haji dan umrah ini harus punya integritas sehingga bebas dari oknum-oknum cari keuntungan,” tegas Doktor kelahiran desa Salahaji Langkat Sumatera Utara
Lebih lanjut, kesuksesan yang dilakukan Kementerian ini ada caranya. Pertama bangun wajah baru dari birokrat dan para penyelenggara haji. Pastikan birokrat, petugas, dan pejabat di Kementerian Haji Umrah sumber daya manusianya punya integritas. “Kami cari orang punya integritas yang mau bekerja dengan suci,” terang Alumnus Magister Universitas Indonesia.
Kedua , mempelajari dari proses perhajian sehingga tidak ada lagi bottlenecking.Ragam proses dan pengawasan diperbaiki, ditertibkan dalam dan luar negeri, serta transparan pendataannya. Fokus pekerjaan pada pelayanan jemaah yang lebih baik sehingga pelayanan haji dan umrah tidak dijadikan aneka komoditas dan jemaah meraih haji mabrur
Kemudian, untuk meraih haji mabrur Kementerian Haji dan Umrah dengan merawat kemabruran,lewat visi Tri Sukses, yakni sukses ritual (pergi dan pulang syariatnya lancar terpenuhi makbul dan mabrur),sukses ekosistem ekonomi haji (kegiatan haji dan umrah perkuat ekonomi dalam negeri dan nasional) dan sukses peradaban dan keadaban (alat transformasi peradaban bangsa dan nasionalismenya makin tinggi).
Untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dan supaya layanan memuaskan dan lebih baik, Kementerian Haji dan Umrah akan membentuk daerah kerja (daker)
Ditambahkannya, dalam sejarah perhajian, baru kali ini Kartu Nusuk ( Nusuk Card) berupa kartu identitas resmi dari seluruh layanan haji diberikan di Indonesia. Sehingga semuanya rapi dan tertib. Tidak ada lagi terpisah jemaah antara suami istri. Tidak ada lagi jemaah yang tidak dapat hotel. “Bisa dikatakan tata kelola haji paling bagus Indonesia,” ucap Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiya 2014-18
Karena Indonesia jemaah haji terbesar didunia (221.000), “Pelayanan dan pengelolaan haji Indonesia 2026 telah terjadi lompatan jauh yang baik dan tertib” serunya.
Berbincang dengan Doktor Dahnil sangat asyik dan tidak ada habis-habisnya. Bisa-bisa lembar majalah ini tidak cukup memberitakannya. Semua.lisannya enak didengar, mudah dimengerti memberikan wawasan bermanfaat dan agamis serta penuh semangat.
Doktor Dahnil juga pernah jabat Presiden Religion for Peace Asia and Pacific Youth Interfaith Network (RfP-APYIN) banyak menyampaikan hal hal mencerahkan. Tidak hanya masalah haji dan umrah saja, banyak hal inspiratif seperti masalah kesehatan dan manusia unggul
Isu utama dan vital di haji pada masalah kesehatan, Jemaah haji itu punya kormobit resiko tertinggi dan banyak lanjut usia. Kementerian Haji dan Umrah mendorong berapa kampus untuk aktif mengembangkan kesehatan haji. “Disini Universitas Yarsi bisa bekerjasama,” ajak aktivis Muhammadiyah
Lalu, Universitas Yarsi bisa berkontribusi terhadap haji. Banyak peran yang bisa dilakukan Yarsi seperti manasik kesehatan dan literasi haji serta bikin edukasi terbuka, riset haji dan kesehatan haji.
Doktor Dahnil juga menyampaikan mengajak kampus-kampus ikut mengembangkan perhajian, mendorong kampus-kampus membuka program studi (Prodi) managemen perhajian dan pusat keuangan haji,prodi ekonomi haji dan umrah.
Terkait 100 tahun kemerdekaan, Indonesia akan memiliki manusia atau generasi unggul.Doktor Dahnil menyebutnya generasi al insan al kamil adalah generasi haji, generasi Indonesia maju. Manusia menuju kesempurnaan itu punya 3 demensi sempurna, religion atau spiritual, intelektualitas dan fisiknya (hatinya bersih, kepala bersih, fisiknya kuat) “Mahasiswa Yarsi harus jadi al insan al kamil,” pesan Doktor Dahnil
Selamat ulang tahun ke-59 Universitas Yarsi. “Semoga terus meneguhkan diri menjadi Al-Insanul Kamil yaitu menuju kesempurnaan rohani, jasmani dan ilmu pengetahuan serta akhlak mulia,” tutup Doktor Dahnil (Usman)


