Universitas YARSI Gelar Pelatihan Disability Awareness bagi Mahasiswa, Perkuat Kolaborasi untuk Mewujudkan Kampus Inklusif

JAKARTA – Universitas YARSI menyelenggarakan pelatihan Disability Awareness pada Rabu, 21 Oktober 2026, di Ruang Workshop 5, Lantai 11, Universitas YARSI. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hibah Unit Layanan Disabilitas (ULD) Tahun 2026 yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran sivitas akademika mengenai disabilitas serta mendukung terciptanya lingkungan perguruan tinggi yang inklusif dan ramah bagi semua mahasiswa.

Pelatihan yang berlangsung pukul 09.00–15.30 WIB ini diikuti oleh 19 mahasiswa dari berbagai program studi jenjang sarjana (S-1) di Universitas YARSI, kecuali Program Studi Kedokteran. Kegiatan menghadirkan Alabanyo Brebahama, M.Psi., Psikolog, serta melibatkan 15 mahasiswa Fakultas Psikologi yang berperan dalam mendukung penyelenggaraan kegiatan sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Psikologi Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Keterlibatan mahasiswa Fakultas Psikologi menjadi bentuk kolaborasi antarmahasiswa dan antarprogram studi dalam membangun kesadaran tentang disabilitas di lingkungan kampus. Kolaborasi ini juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik nyata, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif.

Melalui pelatihan ini, peserta memperoleh pemahaman mengenai ragam disabilitas, pentingnya membangun perspektif inklusif, serta cara berinteraksi dan memberikan dukungan yang tepat kepada penyandang disabilitas. Pembelajaran dilaksanakan melalui pemaparan materi dan praktik langsung agar peserta dapat memahami berbagai hambatan yang mungkin dihadapi penyandang disabilitas dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Salah satu kegiatan utama dalam pelatihan ini adalah simulasi pengalaman disabilitas. Peserta mengikuti praktik untuk memahami pengalaman individu dengan disabilitas netra, low vision atau hambatan penglihatan sebagian, serta disabilitas rungu. Peserta juga melakukan simulasi berjalan dan naik turun tangga untuk mengenali tantangan mobilitas serta pentingnya aksesibilitas pada lingkungan fisik.

Melalui praktik tersebut, peserta diajak memahami bahwa inklusivitas tidak hanya berkaitan dengan penyediaan fasilitas, tetapi juga dengan bagaimana lingkungan dirancang dan bagaimana masyarakat memberikan dukungan. Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan empati, mengurangi stigma, serta mendorong sikap yang lebih menghargai keberagaman kebutuhan setiap individu.

Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui upaya mendorong pendidikan yang inklusif dan memberikan kesempatan belajar yang setara bagi seluruh mahasiswa. Kegiatan ini juga mendukung SDG 10: Berkurangnya Kesenjangan, melalui peningkatan kesadaran terhadap hambatan yang dihadapi penyandang disabilitas serta pentingnya membangun lingkungan yang lebih aksesibel dan setara.

Selain itu, pelatihan ini memiliki keterkaitan dengan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara Unit Layanan Disabilitas, mahasiswa peserta dari berbagai program studi, serta mahasiswa Fakultas Psikologi dalam penyelenggaraan kegiatan. Sinergi ini menunjukkan pentingnya kerja sama lintas bidang dalam mendukung terwujudnya pendidikan tinggi yang inklusif.

Penyelenggaraan pelatihan ini merupakan bagian dari upaya Universitas YARSI dalam memperkuat layanan disabilitas dan membangun budaya kampus yang menghormati hak, martabat, serta kebutuhan setiap individu. Melalui Program Hibah ULD Tahun 2026, Universitas YARSI terus mendorong pengembangan lingkungan pendidikan yang memungkinkan seluruh mahasiswa berpartisipasi secara optimal dalam kegiatan akademik maupun nonakademik serta memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang dan meraih prestasi.