59 Tahun Yarsi, Optimistis Dapat Terus Tingkatkan Kualitas Pendidikan, dan Jejaring internasional

Usia 59 tahun merupakan perjalanan ini tidak mudah. Semua ini  hasil perjuangan panjang para pendiri dan seluruh civitas akademika. Semua itu wajib disyukuri dan terus kita pegang agar Universitas Yarsi dapat terus berkembang,

Rektor Universitas Yarsi, Prof dr.Fasli Jalal,Ph.D (Prof Fasli) mengungkapkan itu saat Tasyakuran Milad Universitas Yarsi ke-59, di Kampus Yarsi Jakarta, Rabu, 15 April 2026.

Selanjutnya, Rektor Yarsi juga mengapresiasi kontribusi para tokoh penting, termasuk pendiri dan pembina yayasan, yang dinilai punya peran besar menghadapi ragam tantangan sejak awal berdiri hingga kini.

Menurut Prof. Fasli, Yarsi kini kampus yang berada di Cempaka Putih telah menunjukkan kemajuan signifikan.Baik sisi infrastruktur maupun kualitas akademik. Kampus ini bahkan dinilai mampu bersaing secara fisik dengan perguruan tinggi terbaik di dunia.

Selain itu, kampus berusia 59 tahun juga didukung fasilitas rumah sakit modern dengan kapasitas ratusan tempat tidur dan teknologi mutakhir, yang menjadi penopang utama pendidikan kedokteran dan pengembangan tenaga kesehatan.

Kemudian penguatan ekosistem pendidikan dan layanan kesehatan akan terus dilakukan. “Termasuk pengembangan pendidikan dokter spesialis  sangat dibutuhkan di Indonesia,” tuturnya.

Program dokter spesialis ini memang didorong menjawab kebutuhan layanan kesehatan di daerah. “Kami ingin lulusan tidak hanya menumpuk di kota besar, tapi bisa kembali dan mengabdi di daerah,” kata Alumnus Cornell University New York .

Dari sisi akademik, Yarsi telah mengantongi sejumlah akreditasi internasional. Ini menjadi bukti kualitas pendidikan di Yarsi telah memenuhi standar global, sehingga lulusannya dinilai siap bersaing di tingkat internasional.

Tak hanya itu, sekitar 40 persen dosen di Yarsi telah bergelar doktor, melampaui rata-rata nasional. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) ini disebut sebagai investasi jangka panjang dalam meningkatkan mutu pendidikan. “Jadi 59 Tahun Yarsi ,Optimistis Dapat Terus Tingkatkan kualitas pendidikan,” tutup Prof Fasli.

Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof.dr Jurnalis Uddin,PAK (Prof Jurnalis) menambahkan, Kampus Yarsi besar seperti ini tidak tiba-tiba melainkan melalui perjuangan. “Awal pendirian Universitas Yarsi  penuh keterbatasan,” ujar Prof Jurnalis

Ia cerita, pada masa awal berdiri, Yarsi belum memiliki gedung, lahan, maupun fasilitas sendiri, sehingga harus memanfaatkan sarana milik Universitas Indonesia.

“Semua awalnya dari keterbatasan. Tidak punya gedung, tidak punya alat, bahkan tenaga pun sangat terbatas. Tapi dengan tekad dan pertolongan Allah, semua bisa berjalan,” ungkap Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada.

Menurut Prof Jurnalis, semangat  menghadirkan pendidikan kedokteran berbasis nilai Islam menjadi salah satu alasan utama berdirinya Yarsi, di tengah dominasi institusi lain saat itu.

Seiring waktu, Yarsi terus berkembang hingga memiliki kampus sendiri serta berbagai fasilitas penunjang pendidikan yang modern.

Prof Jurnalis mengatakan, dengan capaian saat ini, Yarsi optimistis dapat terus meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas jejaring internasional, serta mencetak lulusan yang kompeten dan berakhlak

Prof Jurnalis dan Prof Fasli sepakat tasyakuran ini menjadi penguat komitmen seluruh civitas akademika untuk melanjutkan visi pendiri, yakni menjadikan Yarsi sebagai universitas Islam unggulan mampu menjawab tantangan zaman.(Usman)