Aktif Dunia Seni dan Juara Olimpiade, Tahun 2029 Raih Dokter,Lanjut Spesialis Anak

Perjalanan sebagai mahasiswi kedokteran diakui tidak selalu berjalan mulus seperti naskah film yang teratur. Contoh berhadapan dengan mata kuliah anatomi penuh hafalan dan istilah Latin.Sedangkan  histologi  menuntut ketelitian mikroskopis.

Kemudian tekanan akademik, jadwal ujian padat, hingga pengalaman menerima teguran keras dari dosen sempat menjadi momen menguji mentalnya.

Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi ,Cinta Azia Zafira Taufik (Cinta) menyatakan  perjalanannya sebagai mahasiswa kedokteran, minggu lalu di Jakarta.

Gelombang selama jadi mahasiswa kedokteran itu menjadi kesempatan untuk belajar  lagi . Dalam  Islam capeknya menuntut ilmu merupakan sesuatu bernilai. Dari belajar  akan mendapatkan pemahaman dan keahlian

Cinta sebelum menjadi mahasiswa kedokteran sudah aktif di dunia seni peran. Wajahnya sudah lebih dulu menghiasi layar kaca melalui peran pendukung dalam sinetron ‘Si Alif’ serta iklan televisi Buavita bersama Donna Agnesia.

Tak hanya itu, hobinya di bidang menyanyi dan fashion styling sempat membawanya menjadi bintang tamu di Bobo Fair JCC Senayan hingga meraih juara 1 lomba modelling di Monas.

“Kesemuanya itu justru jadi modal kepercayaan diri menapaki jalan ingin menjadi seorang dokter muslimah berkualitas,” ujar Cinta aktif Bahasa Inggris dan Jepang.

Menurut Cinta Dokter berkualitas ,mereka yang memiliki keseimbangan antara kompetensi medis yang tajam, empati yang tinggi, serta kemampuan komunikasi baik kepada pasien. “Alias dokter berkualitas tidak hanya mampu mengobati, tetapi juga mampu menjadi pendengar dan edukator yang baik bagi pasien.,”katanya.

Sedangkan dokter masa kini harus adaptif dan tidak terpaku pada praktik klinis di rumah sakit. Kini banyak dokter mulai memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana edukasi kesehatan kreatif, sehingga informasi medis jadi lebih mudah diakses dan dipahami oleh masyarakat luas.

Bagi Cinta, kesuksesan seorang mahasiswa kedokteran diukur dari tiga hal. Keunggulan akademik, ketangguhan mental, dan keseimbangan karakter. Dengan prinsip tersebut, ia siap memainkan “peran” terbaiknya dalam melayani kemanusiaan. “Selain itu insya Allah siap meraih dokter tahun 2029,” cakap Cinta yang menang olimpiade bahasa inggris, biologi dan matematika.

Jika sudah meraih dokter tahun 2029,selain lanjut pendidikan dokter spesialis anak ,akan eksplorasi karier klinis dan korporat,dan  menjajaki peluang di sektor industri kesehatan sebagai dokter perusahaan (corporate doctor) serta ingin memanfaatkan platform media sosial  jadi educator kesehatan digital. “ Tentu tidak lupa menikah,”tutur Cinta alumnus SMA Labschool Cirendeu.

Cinta kini tidak hanya belajar dan jadi kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang), tapi ikut organisasi CIMSA tujuannya tidak perluas jejaring nasional maupun internasional dan melatih kepemimpinan serta manajemen untuk pengembangan karier nantinya bisa menyalurkan kreativitas sekaligus membangun empati. termasuk menjalankan hobi dibidang seni.

Sebagai sesama pejuang termasuk pada junior,untuk meraih dokter penting jaga support system dan tidak melupakan kebahagiaan di luar dunia medis. “Jangan takut mengeksplorasi minat unik kalian. “Akademik penting, tapi kesehatan mental dan hobi akan menjaga kita dari burnout,” pungkasnya.

“Dari aktif  dunia seni dan juara olimpiade untuk sukses jadi dokter  saya minta doa orang tua dan selalu berdoa kepada Allah SWT,” tutup Cinta (Mahasiswa kedokteran ,Cinta Azia Zafira Taufik)