Datangi Korban Banjir dan Longsor Sumbar, Yarsi Bawa bantuan dan Harapan

Tim Pusat Tanggap Darurat Bencana (TPTD) Universitas Yarsi telah kembali ke Jakarta dari Sumatera Barat (Sumbar). Selama tujuh hari Tim telah bergerak cepat menelusuri titik-titik pengungsian dan permukiman warga untuk memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran.

Rektor Universitas Yarsi, Prof. dr.Fasli Jalal,Ph.D (Prof Fasli), mengatakan bahwa aksi ini wujud kepedulian dan tanggung jawab moral perguruan tinggi terhadap masyarakat. dan ini jadi tahap awal dari serangkaian kegiatan akan dilakukan.

“Universitas Yarsi tidak bisa tinggal diam. Universitas berusia 58 tahun saatnya kita hadir di tengah warga sedang kesulitan menerima ujian ,” tegasnya, Jumat kemarin.

Menurut Prof Fasli di lokasi bencana, bantuan pertama telah disalurkan TPTD Yarsi berupa sound sistem dan toa untuk masjid, dan pakaian yang meliputi mukena, sajadah, kopiah, dan pakaian dalam wanita.Lainnya menyusul sesuai kebutuhan.

TPTD Yarsi juga telah identifikasi sarana pendidikan yang hancur serta mewawancarai guru sekolahnya terdampak. Telah membantu kegiatan trauma healing untuk guru-guru TK dan Paud, serta anak-anak dan mendokumetasikan secara real kondisi bencana saat itu serta menelusuri area-area terdampak secara menyeluruh (Blusukan).

Kehadiran timTPTD Yarsi tak hanya membawa bantuan, tapi juga harapan bagi masyarakat yang masih memulihkan kondisi pasca-bencana. “Pendidikan bukan hanya tentang ruang kelas, tetapi juga tentang empati dan solidaritas,” ujar Rektor Yarsi.

TPTD baru masuk menyisir wilayah Kabupaten Agam meliputi Kecamatan Palembayan, Nagari (desa) Salareh Aia, Kecamatan dan Kecamatan. Koto Tangah, Kota Padang

Ke depan, Universitas Yarsi berencana memperluas tanggap darurat bencana ke daerah lainnya Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

Kini untuk ke Aceh, Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY), sudah menerbangkan para dokter ke Sawang dan Muara Batu. “Tim dokter FKUY telah berangkat 14 Desember 2025 dari bandara Soekarno Hatta,” terang Prof Fasli (usman)