Tiga Dosen Yarsi Jadi Pembicara Forum ACAPHEI 2025 di China, Berikan Kisah Sukses

ASEAN-China Alliance for Private Higher Education Institutions (ACAPHEI) merupakan forum internasional membahas pengembangan pendidikan tinggi swasta di ASEAN dan Cina.Forum.  Tahun 2025  forum ini sukses digelar dan Geely University, Chengdu, China sebagai tuan rumah.

Event 25-26 November 2025,tidak banyak perguruan tinggi swasta(PTS) di Indonesia bisa hadir dan hebatnya tiga delegasi yang juga dosen Universitas Yarsi bukan hanya hadir tapi juga tampil sebagai pembicara.

Mereka, Wakil Rektor II,Ahmad Rusdan H. Utomo,Ph.D (Doktor Ahmad), Kepala Pusat Kantor Urusan Internasional ,Fitri Arlinkasari,Msi.,Psi.,Ph.D (Doktor Arlinkasari) juga Ketua dan Wakil Ketua Task Force ACAPHEI di Universitas Yarsi  Terakhir, Direktur Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ),Andreas Febrian,S.Kom.,M.Kom., Ph.D (Doktor Andreas). Delegasi Universitas Yarsi dipimpin, Ketua Pengurus Yayasan Yarsi, dr.Shanti Jurnalis,Sp.A.,M.Kes (dokter Shanti)

Para delegasi yang hadir memberikan saran dan ide untuk peningkatan ACAPHEI dan membangun relasi dengan perwakilan dari berbagai universitas di China dan ASEAN. Serta memberikan masukan pengembangan kegiatan sosial di negara penyelenggara pertemuan tahunan dan membentuk tim quality assurance untuk pembelajaran jarak jauh ACAPHEI.

Doktor Ahmad dalam forum bergengsi itu berbagi kisah sukses  di Yarsi menginspirasi para anggota ACAPHEI saat menjalankan peran dan tugasnya bidang penelitian.

Doktor Ahmad menyatakan, apresiasi terhadap konsistensi ACAPHEI dalam meningkatkan kolaborasi China-ASEAN. Universitas Yarsi aktif berpartisipasi di forum ACAPHEI sejak tahun 2023 diawali kegiatan dilakukan Rektor Universitas Yarsi,Prof.dr.Fasli Jalal,Ph.D.

Menurut Doktor ahmad host forum ACAPHEI bergiliran (rotasi). 1 tahun di Cina, tahun berikutnya di Asia Tenggaran, tahun berikut balik Cina, lalu ke Asia Tenggara, demikian bolak balik. Tahun 2026 Universitas Yarsi bersedia menjadi host. “Berbagai persiapan kini sedang dilakukan,” terang Doktor Ahmad.

Doktor Arlinkasari menambahkan, tahun ini menjadi tahun ke-4 Yarsi bergabung dalam ACAPHEI. Manfaat didapat Yarsi di ACAPHEI terkait internasionalisasi program studi berupa pemenuhan dan penguatan standar FIBAA, implementasi arahan Yayasan Yarsi, Peningkatan reputasi dan citra institusi.Serta nilai tambah dalam akreditasi perguruan tinggi.

Doktor Arlinkasari juga berbagi kisah sukses Universitas Yarsi dalam menjalankan peran sosialnya dalam kancah Internasional, menginspirasi para anggota ACAPHEI untuk melakukan hal serupa pada pertemuan tahun depan

Lebih lanjut Doktor Arlinkasari  menyampaikan pentingnya pendekatan berpusat pada manusia dan bertanggung jawab secara sosial dalam kolaborasi universitas tingkat internasional. Kemudian berbagi kisah sukses Universitas Yarsi menjalankan peran sosialnya dalam kancah internasional, menginspirasi para anggota ACAPHEI untuk melakukan hal serupa pada pertemuan tahun depan.

Sementara Doktor Andreas mengatakan, ACAPHEI ini  mengesankan. Diantaranya khusus untuk sesi presentasi dari para anggota ACAPHEI terkait An Education Community in the AI Era, AI-Decoding Future Campus, dan AI-Reshaping the Paradigm of Education. Para presenter memanfaatkan berbagai teknik untuk mengirimkan pesan utama dari presentasi mereka.

Kemudian berbagai macam strategi penggunaan AI di berbagai universitas di China dan ASEAN. Ada yang menggunakan AI untuk membuat teks book dan buku ajar, serupa dengan di UK. Ada yang memanfaatkan untuk visualisasi desain dan merancang personalisasi pembelajaran bagi mahasiswa berdasarkan hasil MBTI. Ada juga melaporkan utilisasi AI dalam pendidikan guru agar para guru terbiasa dan merasa yakin untuk mengintegrasikan AI dalam rencana pembelajaran mereka.

Saat tampil Doktor Andreas menyampaikan kisah sukses terkait penekanan desain instruksional, khususnya teknik scaffolding, dibutuhkan agar mahasiswa dapat mengoptimalkan pemanfaatkan AI secara etis. Serta berbagi strategi dan ide untuk mengintegrasikan AI dan self-regulated learning dalam pembelajaran.

Delegasi Universitas Yarsi  sangat terkesan dengan keramahan, kesigapan, kepedulian, kebersihan, dan keprofesionalitasan panitia ACAPHEI. Pengalaman di Chengdu sangat menginspirasi.

Terkait Universitas Yarsi di tahun 2026 menjadi tuan rumah, berbagai kegiatan   sudah dipersiapankan. Beberapa minggu setelah pertemuan ACAPHEI. ada staf magang khusus untuk persiapan ACAPHEI. Kemudian, kami juga sudah aktif brainstorming tentang detail acara dan berdialog dengan tim ACAPHEI China terkait ekspektasi mereka agar ada standar yang terjaga

Jadi tuan rumah merupakan sebuah tanggung jawab besar,  menuntut adanya pemahaman terhadap perbedaan budaya dan standar dari berbagai negara anggota. Kesempatan tersebut membuka peluang  mengimplementasikan ide-ide yang diusulkan para delegasi. “Semua itu jadi suatu yang menarik,” tutup doktor Andreas.

Pada hari terakhir Universitas Yarsi terpilih dan diumumkan resmi menjadi tuan rumah  ACAPHEI Forum and Annual Meeting 2026. Lalu dokter Shanti menerima bendera ACAPHEI. (usman)