Menjadi dokter merupakan cita-cita. Meraihnya tidak selalu mudah,ada tantangan dan butuh perjuangan. Mulai proses pendidikan, tekanan akademik hingga menjaga semangat di tengah rasa lelah. Semua itu proses pembelajaran berharga.
Dokter bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki empati, etika, sabar dan tulus dalam melayani. Dengan prinsip “Semoga lewat belajar dan berdoa, dapat menjadi dokter bermanfaat bagi masyarakat,” harap mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi ,Cenia Praga Sastika Devi (Cenia) saat mengungkapkan upaya meraih dokter, minggu lalu di Jakarta.
Cenia mengatakan, keterbatasan dan asal, bukan jadi penghalang mewujudkan mimpi besarnya. Dengan terus mengembangkan diri melalui akademik, organisasi, dan pengalaman hidup, mahasiswi kelahiran Cilacap ini insya Allah jadi dokter tahun 2029. “Ini jadi dokter pertama sekaligus kebanggaan keluarga,” seru Cenia.peraih olimpiade biologi.
Saya tentu ingin menjadi dokter berkualitas.,Jadi dokter bukan hanya mengobati penyakit, tetapi juga bantu, mendengarkan, dan memberikan rasa nyaman kepada pasien. Selain itu akan beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.

Karier dokter di masa datang akan semakin berkembang dan memiliki tantangan lebih besar seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan kebutuhan masyarakat. Dokter dituntut mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi digital, serta penggunaan artificial intelligence dalam pelayanan kesehatan. Selain itu, persaingan di dunia kedokteran juga akan semakin ketat sehingga dokter harus memiliki kompetensi, kemampuan komunikasi, dan profesionalisme yang baik.
Lebih lanjut, motivasi kuliah di fakultas kedokteran(FK) ingin membantu kesehatan orang lain dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Terus ingin mengembangkan kemampuan diri, belajar menjadi pribadi yang disiplin, sabar, dan bertanggung jawab. “Serta jadi pengalaman berharga karena mengajarkan saya arti perjuangan, kerja keras, dan kebersamaan,” tegas peraih olipiade matematika
Di tengah kesibukan kuliah kedokteran belajar setiap hari, Cenia tetap meluangkan waktu melakukan hal-hal disukai seperti melukis, bernyanyi, bermain alat musik, dan olahraga.
Baginya, seni merupakan bentuk ekspresi diri mampu menyampaikan perasaan, pemikiran, dan makna kehidupan melalui kreativitas. “Seni tak hanya jadi hiburan, tapi juga media menyampaikan pesan, inspirasi, dan emosi kepada orang lain.cakap mahasiswi berhijab.
Melalui seni, seseorang dapat melihat dunia dari sudut pandang berbeda serta belajar menghargai keindahan, proses, dan makna di balik setiap karya.
Sementara itu olahraga juga memiliki banyak manfaat sehingga kegiatan tersebut juga membantu menjaga semangat .” Lebih dari itu mengurangi stres selama menjalani perkuliahan,”tutur Cenia
Kesibukan lain dilakukan ikut organisasi. bergabung dalam Senat Mahasiswa dan CIMSA Kedokteran Yarsi .Selain itu, Cenia sering mengisi berbagai acara menjadi seorang MC di berbagai kegiatan acara CIMSA kedokteran FK Universitas Yarsi.
Menurutnya, organisasi menjadi tempatnya untuk belajar tanggung jawab, melatih kemampuan komunikasi, dan meningkatkan rasa percaya diri.
Sesama pejuang dan para yunior meraih dokter jangan mudah menyerah, semangat terus belajar. Nikmati setiap prosesnya dan jangan hanya fokus pada nilai akademik,“Mari belajar jadi pribadi punya empati, sikap rendah hati, dan mampu bekerja sama dengan orang lain,”ajak Cenia warga Depok
“Semoga saya istikomah kuliah di FK ingin jadi dokter tahun 2029, bantu dan beri manfaat masyarakat. ,”tutup Cenia (Mahasiswi Kedokteran, Cenia Praga Sastika Devi )


