Block Elektif Medical Journalism : Keren, Calon dokter Belajar Jadi Jurnalis lulus Sked Tepat Waktu

Blok elektif medical journalism wadah bagi mahasiswa kedokteran Yarsi mau belajar menulis dan mengembang hobi menulis. Selain itu tempat membaca, dan berkarya seputar komunikasi dan berita. Dari blok ini bisa belajar skill jurnalistik ujungnya nantinya jadi nilai tambah bagi calon dokter.

Selain itu ingin punya kesempatan refreshing dari pusingnya belajar di blok-blok kedokteran. Jujur aja bidang ini tuh menarik perhatian dan bisa menambah teman

Semua itu bagian pernyataan Dhiya Niknoz Ayman (Niknoz), Azzahra Febriyani Harjono (Azzahra) dan Nurmala Nissa Andoko(Nurmala) terkait manfaat  memilih belajar Block Medical Journalism.  Mereka mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi (FKUY), angkatan pertama belajar Block Medical Journalism tahun 2025.

Saya bisa lulus tepat waktu jadi Sarjana Kedokteran .”Block Medical Journalism(BMJ) Keren, banyak manfaat untuk masa depan ,”ujar Niknoz

Niknoz menambahkan, belajar BMJ bukan penghambat, tapi jadi punya motivasi dan target lulus tidak boleh molor.

Ikut BMJ selain rasanya nikmat juga  punya pengalaman menarik. Bisa wawancarai dekan FKUY juga mantan Astronot Indonesia, Prof. dr.Pratiwi Pujilestari Sudarmono.,Ph.D.Sp.M.K(K). Selain itu paling berharga mendapatkan pencerahan seputar uji coba vaksin tuberculosis yang akan masuk ke Indonesia dari Bill Gates

Sebagai  mahasiswa kedokteran bisa berkunjung ke dapur redaksi media massa dan berbincang dengan wartawan senior jadi kebanggaan.  Lalu mendapatkan rahasia pemberitaan dan bisa membedakan berita dengan berita palsu alias Hoax.

Sependapat dengan Niknoz, belajar di BMJ menurut Azzahra ingin lepas sejenak dari pusingnya belajar di blok-blok kedokteran dan melakukan sesuatu bermanfaat dan dapat insight baru  seputar  jurnalisme.

Selain itu ternyata belajar BMJ ngasih gambaran peluang karier anak kedokteran itu tidak hanya terbatas pada fasilitas pelayanan kesehatan aja.  Punya skill baru seperti teknik menulis berita yang baik dan sistematis. Kemudian bisa mengetahui teknik dan ilmu wawancara . yang tidak terbayangkan bisa kenal dan tatap muka dengan narasumber dan pembicara hebat.” Seru Azzahra

Pengalaman mengesankan bisa wawancara dengan Koordinator kewirausahaan FKUY, Dra.Pratami Adityaningsari ,M.Kes. “Saya belajar BMJ sangat menyenangkan, kelasnya bersifat intimate, jadi lebih interaktif ,”tutur Azzahra.

Sependapat Niknoz dan Azzahra , Nurmala menyatakan belajar BMJ  seru banget karena memiliki teman baru yang baik.

Pengalaman tak terlupakan bisa wawancara Rektor Universitas Yarsi,Prof.dr.Fasli Jalal,Ph.D, juga Wakil Menteri Pendidikan Nasional 2010 dan Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional 2011 tetang Indonesia Unggul 2045

Kini Niknoz, Azzahra dan Nurmala  telah meraih gelar Sarjana Kedokteran dan lulus  tepat waktu dan siap-siap mengikuti tahapan pendidikan profesi klinis mahasiswa kedokteran alias co-assistant(usman)