Lulusan Doktor Pertama Universitas  YARSI

Pada 21 Agustus 2025 hari ini maka Universitas YARSI membuka lembaran baru dalam kinerjanya sebagai Perguruan Tinggi yang sudah berumur lebih dari 50 tahun, yaitu dengan meluluskan doktor pertama kali. Program Studi Doktor memang baru dibuka di Sekolah Pascasarjana YARSI sekitar 3 tahun yang lalu, dan kini sudah menunjukkan hasil nyatanya. Waktu saya mulai sebagai Direktur Pascasarjana di tahun 2020 maka memang baru ada tiga program studi (ProDi) yang semuanya magister, yang  kemudian berkembang menjadi lima Prodi, salah satunya adalah program Doktor.
Lulusan pertama hari ini adalah dr. Marisa Riliani, M.Biomed, yang melakukan penelitian dengan judul Disertasi: Peran Total Protein dan Keratinocyte Growth Factor (KGF) Sekretom Fibroblas Dalam Meningkatkan Proliferasi Sel Senesen Melalui Aktivitas Jalur MEK 1/2 dan Peningkatan Pemanfaatan Kolagen Tipe 1. Penelitian ini membuktikan peran Sekretom Fibroblas terhadap sel Senesen, yaitu sel yang berhubungan dengan penuaan manusia. Temuan Doktor Marisa Riliani membuka cakrawala baru tentang peran sekretom fibroblas dalam proses penuaan patologis. Penelitian ini punya potensi untuk dikembangkan lebih luas lagi, sampai ke kemungkinan penggunaan moda terapi tertentu bagi kaum lansia yang menghadapi masalah degeneratif.
Sebagai ketua sidang penguji maka antara lain saya mengajukan pertanyaan tentang “United Nation Declaration on Healthy Aging 2020 – 2030”, suatu kesepakatan dunia untuk kaum lansia, yang tentunya juga perlu kita terapkan di Indonesia.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI