Kita tahu bahwa ikan adalah jenis makanan sehat yang punya nilai gizi yang tinggi. Di sisi lain, beredar juga berita tentang kontaminasi di laut yang mungkin mempengaruhi ikan pula.
Dalam kaitan itu, para ahli World Health Organization (WHO) dan Food and Agricultural Organization (FAO) telah melakukan kajian ilmiah risiko dan manfaat (risk and benefit) konsumsi ikan, berdasar bukti ilmiah yang ada. Kajian dilakukan secara mendalam, baik tentang bukti manfaat konsumsi ikan dan juga laporan tentang kemungkinan kontaminasi
bahan seperti dioxin, polychlorinated biphenyls (dl-PCBs), methylmercury (MeHg) dan selenium (SE).
Sesudah kajian mendalam maka ada rekomendasi WHO dan FAO ini, yang dapat dibagi jadi lima bagian.
Pertama dan yang utama, kesimpulan umum menunjukkan bahwa mengkonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Ke dua, manfaat dari konsumsi ikan akan diperoleh dalam seluruh perjalanan kehidupan, termasuk saat kehamilan, anak-anak dan dewasa.
Ke tiga, data ilmiah dari studi populasi menunjukkan bahwa manfaat dan dampak individual konsumsi ikan akan bergantung dari pola diit secara keseluruhan, karakteristik seseorang dan jenis ikan yang dikonsumsi.
Ke empat, penilaian risiko dan manfaat di masing-masing tempat akan bergantung dari kebiasaan konsumsi, derajat kontaminasi, komposisi nutrien ikan, minat masyarakat setempat, kultur budaya dan demografi setempat.
Ke lima, direkomendasikan agar negara-negara menyusun strategi analisis risiko (penilaian risiko, manajemen risiko dan komunikasi risiko) untuk memaksimalkan manfaat konsumsi ikan dan meminimalisir risiko yang mungkin ada.
——–
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University
Sedang memancing di perairan Pulau Pari Kepulauan Seribu


