Terima kasih kepada Universitas Yarsi telah menyambut kami dengan sangat terhormat.Program pertukaran pelajar internasional di bidang penelitian dinilai terstruktur sangat baik. Terutama dalam penerapan standar keamanan laboratorium (biosafety) dan kedisiplinan prinsip aseptik sangat ketat.
Hareth Al-Hellawi dari Kanada, Raikhona Botirova dari Rusia dan Ana Patrisia Sava dari Romania mereka semua menyatakan itu saat research exchange student digagas SCORE IFMSA di Universitas Yarsi, Kamis, 23 Juli 2026.
Tidak itu saja, 3 mahasiswa Asing itu menegaskan, kami hadir di Yarsi tertarik belajar penelitian dan observasi iPSC. Selama di Yarsi banyak aktifitas dilakukan, Minggu pertama selain disambut dengan kekeluargaan, juga ada orientasi lab (Good Laboratory Practice), dan observasi transfeksi mRNA.
Minggu kedua melaksanakan observasi penggantian medium, monitoring sel, dan pelatihan kultur sel dasar (Basic Cell Culture Training). Sedangkan minggu ketiga melakukan observasi pemanenan sel, purifikasi induced pluripotent stem cell (iPSC) dan laporan akhir serta penutupan program.
Lebih lanjut para mahasiswa asing menjelaskan, saat kami mencari peluang belajar riset secara internasional, kami menjumpai Universitas Yarsi dan mempelajarinya. Tidak perlu waktu lama pilihan jatuh pada Universitas Yarsi. Alasannya adalah kampus ini telah memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan serta jadi preferensi utama dalam formulir aplikasi riset. Adanya proyek stem cell dan di Universitas Yarsi yang sedang melaksanakan penelitian iPSC.
Selain itu untuk bisa sampai ke Indonesia (Universitas Yarsi) melalui program Center for Indonesian Medical Students’ Activities (CIMSA) Fakultas Kedokteran Yarsi berafiliasi dengan International Federation of Medical Students’ Associations (IFMSA)
Diakhir acara ,tiga mahasiswa asing usul agar sesi durasi pelatihan hands-on untuk kultur sel lainnya dan hasil efektifitas terapi berbasis sel dan turunannya ditambah.
Perjamuan ini memberikan wawasan sangat berharga seputar kompleksitas riset sel punca dan meningkatkan keterampilan di bidang kultur sel. “ Kemudian jadi pengalaman dan membuka gagasan serta ide kami dalam penelitian lanjutan di kampus kami,” tutup 3 mahasiswa asing.

Ketua Proyek Research Exchange Students, Dr. dr. Marisa Riliani, M.Biomed menjelaskan, pertukaran pelajar internasional di bidang penelitian di Universitas Yarsi ini digagas secara internasional oleh Standing Committee on Research Exchange(SCORE) yang berada dalam naungan International Federation of Medical Students’ Associations(IFMSA). Di tingkat lokal, kegiatan ini diselenggarakan melalui kolaborasi dengan CIMSA (Center for Indonesian Medical Students’ Activities) FKUY.
Mahasiswa asing yang ikut kegiatan harus melalui proses pendaftaran di negara asal (melalui NMO), mengisi formulir proyek (Project Form), mendapatkan surat penerimaan (Card of Acceptance), mengurus asuransi,
Universitas Yarsi adalah institusi pertama di Indonesia yang melakukan penelitian untuk menghasilkan sel fibroblas menjadi iPSC. Penelitian ini hasil kerjasama antara Universitas Yarsi dengan PT Widya Herbal Indonesia (Widya Therapeutic).
Riset ini bagian dari payung penelitian. Fokusnya pada penggunaan sekretom dan eksosom dari iPSC untuk mengatasi penuaan dan stres oksidatif pada sel epitel ginjal. Kegiatan pertukaran mahasiswa ini sendiri terbuka bagi mahasiswa kedokteran dari seluruh dunia.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa meningkatkan keterampilan riset dalam pengaturan budaya yang berbeda.” Serta mengembangkan peneliti yang terampil untuk masa depan dunia sains,” tutup dr. Marisa (usman)


