Akhir tahun 2025, Program Studi Magister Sains Biomedis (Prodi M.Biomed) Universitas Yarsi gelar Seminar Approaches in NIPT dan Fetomaternal Assessment. Perhelatan ilmiah itu mendatangkan dua pembicara , Prof. Akane Kondo, MD., Ph.D (Prof Akane) dari Tokai University Jepang, bicara tentang Non-Invasive Prenatal Testing and Pregnancy Termination in Japan dan Prof. dr. Sultana MH Faradz, PAK.,Ph.D (Prof Sultana) dari Universitas Yarsi bicara tentang The Ethics of Genetic Testing in Reproductive Medicine.
Prof akane dalam peparannya banyak memberikan pengetahuan menarik. Diantaranya prinsip dan akurasi tes skrining genetik pada ibu hamil yang aman atau Non-Invasive Prenatal Testing (NIPT) atau dalam deteksi kelainan kromosom.
Kemudian integrasi NIPT dengan penilaian fetomaternal secara klinis, Dampak hasil pemeriksaan NIPT terhadap kebijakan terminasi kehamilan di Jepang. Terakhir konseling genetik dan pertimbangan etik dan psikososial dalam penyusunan kebijakan terkait terminasi kehamilan
Tidak ketinggalan Prof. Akane juga memberikan contoh konkret integrasi multidisiplin genetika, biologi molekuler, kedokteran reproduksi, dan bioetika yang menjadi mata kuliah program M. Biomed, khususnya dalam penerapan teknologi pemeriksaan genetik (NIPT) pada praktik klinik dan riset relevan.
Meskipun kebijakan penerapan NIPT Indonesia dengan Jepang berbeda. Indonesia belum ada regulasi khusus dan sangat jarang yang hasil NIPT nya dikonsulkan ke konselor genetik. Sedangkan di Jepang sangat strict dan harus didampingi konselor genetik

Prof Akane mengatakan prinsip ilmiah NIPT, pendekatan klinis, dan kerangka etik yang disampaikan semoga bisa menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam pengembangan layanan skrining genetik prenatal
Seperti Prof Akane, pembicara dari Universitas Yarsi juga banyak memberikan materi mencerahkan diantaranya tantangan etik dalam praktik genetika medis, skrining genetik dan konseling genetik.
Selanjutnya Prof Sultana memaparkan peran konselor genetik dalam memberikan masukan terkait pengambilan keputusan klinis. Konteks psikososial, budaya, dan hukum dalam layanan konseling genetika di Indonesia serta pentingnya komunikasi empatik dan beretika dalam praktik genetika medis.
Salah satu peserta ,juga mahasiswi Sains Biomedis Peminatan Konseling Genetika ,Gita Salmah Nuraisah (Gita) mengatakan,seminar ini bermanfaat , seperti presentasi Prof Sultana sangat menunjang pemahaman mahasiswa calon konselor genetik dalam implementasi komunikasi empatik dan aspek bioetik dalam praktik klinis.
Selain itu bermanfaat mengintegrasikan sains, klinik, dan etika biomedis dalam konseling genetika. Memperluas pemahaman tentang praktik genetika prenatal terkini di dalam dan di luar negeri.
Gita mengusulkan waktu akan datang jika gelar acara ilmiah serupa ini, hendaknya waktu sesi diskusi ditambah dan lebih panjang serta lebih banyak tampilkan studi kasus. Setelah itu libatkan lebih banyak mahasiswa dan klinisi agar interaksi akademik menjadi lebih optimal sehingga literasi mahasiswa serta klinisi terhadap aspek konseling genetika semakin meningkat. “Seminar ini sangat bermanfaat,” tutup Gita.
Perhelatan ilmiah Prodi MBiomed Akhir tahun 2025 terasa terhormat karena salah satu peserta hadir mengikuti dan menyimak dari awal, Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof.dr. Jurnalis Uddin, PAK dan Direktur Sekolah Pascasarjana Universitas Yarsi,Prof.dr.Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K),MARS (usman)


