Campak, dari Persia ke Amerika dan Indonesia

Pada 20 April 2026 saya menjadi pembicara pada Webinar “Measles Awareness: Recognizing the Risks and Preventing Complication” yang diselenggarakan oleh RS YARSI Jakarta.

Selain yang sudah banyak dibahas tentang pentingnya vaksinasi, gejala dan komplikasi Campak maka saya bahas juga tiga hal lain.

Pertama, pakar Persia Muhammad Ibnu Zakariya al-Razi di abad 9 M adalah orang pertama yang menjelaskan beda antara Campak dengan Cacar. Kemudian, baru di tahun 1757 seorang pakar Francis Home menemukan bahwa penyakit ini disebabkan oleh mikroorganisme yang di temukan di darah.

Ke dua, pada Perang Dunia ke I maka Campak disebut menyebabkan kematian sekitar 3200 prajurit Amerika Serikat, dan tingkat perawatan di RS juga meningkat akibat komplikasi Campak berupa Pneumonia. Kita tahu bahwa kejadian Pneumonia juga merupakan penyebab kematian pada Campak di negara kita, menyedihkan sekali.

Ke tiga, laporan Kementerian Kesehatan menyebutkan bahwa angka Campak sudah menurun di April ini. Tetapi di sisi lain, berita media beberapa hari belakangan ini masih memberitakan kenaikan kasus Campak di beberapa daerah, seperti Cirebon, Kab Agam, Kab Wajo, DI Yogyakarta dll. Amerika Serikat juga menghadapi masalah Campak ini. Sepanjang 2026 sampai 16 April maka ada 1.748 kasus Campak terkonfirmasi di Amerika Serikat, dan sudah ada 19 KLB baru di negara itu, dimana 94% kasusnya adalah Campak terkonfirmasi. Akan bagus kalau sebagian besar kasus-kasus Campak di KLB negara kita juga sebaiknya di tetapkan status konfirmasinya secara laboratorium, jangan berdasar klinik semata.

——

Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI
/ Adjunct Professor Griffith University