Fasli Jalal, Memenuhi Tanggung Jawab Moral

Menulis buku tentang anak usia dini merupakan tanggung jawab moral yang ingin dipenuhi Fasli Jalal (72), mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional serta mantan Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Fasli, yang kini berkiprah sebagai akademisi di bidang gizi dan pendidikan, ingin meyakinkan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk tidak menyia-nyiakan masa usia anak dari 0-6 tahun yang merupakan golden age.

Peluncuran buku berjudul PAUD sebagai Fondasi Pembentukan Generasi Unggul yang diharapkan berkontribusi dalam penguatan pengembangan anak usia dini (PAUD) holistik integratif di Indonesia tersebut masuk dalam salah satu panel di acara 2025 International Symposium on Early Childhood Education and Development (ECED) di Jakarta, Rabu (17/12/2025), yang digagas Tanoto Foundation. Fasli mengapresiasi Tanoto Foundation yang mendukung penerbitan bukunya bekerja sama dengan Penerbit Buku Kompas.

Fasli menulis buku bersama Gutama, mantan Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, rekannya saat keduanya masih aktif di pemerintahan. Kini, keduanya masih bergiat dalam mengawal program PAUD holistik integratif untuk memastikan layanan bagi anak usia dini dalam kesehatan, gizi, perlindungan, dan pendidikan, sebagai mitra pemerintah.

Peluncuran buku diawali dengan sesi talkshow bersama penulis yang diwakili Gutama. Setelah itu, Fasli ikut ke panggung untuk menyerahkan buku kepada perwakilan pentahelix dalam ekosistem PAUD di Indonesia yang terdiri dari unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha dan dunia industri, masyarakat/komunitas, dan media massa.

”Kita tidak bisa mengulang masa awal kehidupan seorang anak. Dengan memberikan perhatian serius pada tahun-tahun awal bukan sekadar strategi pendidikan, melainkan juga pilihan moral dan politik,” kata Fasli yang juga Ketua ECED Council Indonesia.

Fasli Jalal, mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional dan mantan Kepala BKKBN, menyerahkan buku berjudul “PAUD sebagai Fondasi Pembentukan Generasi Unggul” yang ditulisnya bersama Gutama (kiri) kepada perwakilan pentahelix dalam ekosistem pengembangan anak usia dini (PAUD) di Indonesia. Buku yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas dengan dukungan Tanoto Foundation dilucnurkan di acara acara 2025 International Symposium on Early Childhood Education and Development (ECED) di Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Fasli, yang juga Rektor Universitas Yarsi, Jakarta, mengatakan, dalam pembangunan modal manusia atau human capital  suatu bangsa, kini investasi pada anak usia dini semakin penting. Lewat bukunya, Fasli dan Gutama mengajak pemerintah dan stakeholders memperluas cara pandang terhadap anak usia dini dan berperan aktif dalam memperbaiki ekosistem tumbuh kembang mereka.

Kita tidak bisa mengulang masa awal kehidupan seorang anak. Dengan memberikan perhatian serius pada tahun-tahun awal bukan sekadar strategi pendidikan, melainkan juga pilihan moral dan politik.

Keduanya pun memberikan rekomendasi kepada pemerintah pusat dan daerah, mitra pemerintah dan media massa, masyarakat dan komunitas, serta pendidik PAUD dan keluarga agar bersama-sama membangun sistem yang berpihak pada anak sejak dini. ”PAUD adalah titik awal yang menentukan. Bukan hanya bagi tumbuh kembang individu, melainkan juga bagi kualitas peradaban kita ke depan,” kata Fasli.