M.Biomed Yarsi Kupas DNA Varian Interpretation, Prof Erik dari Amsterdam Jadi Pembicara

Kolaborasi riset perlu dilakukan dengan tetap memperhatikan kepentingan dua belah pihak agar tidak terjadi eksploitasi.

Head Departement of Human Genetics Amsterdam Universitas Medical Center (Amsterdam UMC), Prof Erik A. Sistermans, Ph.D. (Prof Erik) menyatakan itu saat jadi pembicara Seminar DNA Variant Interpretation, 3 Nopember 2025 di Universitas Yarsi.

Dalam orasi, Prof Erik banyak memberikan pencerahan dan tambahan pengetahuan. Di antaranya saat dilakukan tukar menukar ilmu, jangan sampai pihak Indonesia hanya mampu mengirimkan sampel, tapi tidak menguasai teknologi genetik itu sendiri, “terutama teknologi analisa dan interpretasinya,” ingat Prof Erik.

Ditambahkannya, Indonesia perlu upgrading sehingga bisa terjalin kerjasama yang setara. Selain itu, political will juga diperlukan agar pendanaan dan dampak penelitian bisa dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Selain Prof Erik, seminar digelar Magister Sains Biomedis Universitas Yarsi (M.Biomed Yarsi), tampil pula sebagai pembicara ,dosen Magister Sains Biomedis Universitas Yarsi Ahmad Rusdan H. Utomo, Ph.D. (Doktor Ahmad).

Seperti Prof Erik banyak memberikan materi pencerahan, Doktor Ahmad pun memaparkan DNA Variant Interpretation dalam beberapa hal. Di antaranya ada tiga poin penting dikupas. Pertama pemeriksaan genetik perlu dilakukan konseling sebelum dan sesudah pemeriksaan genetik. Tujuannya agar pasien paham mengapa perlu diperiksa dan apa kemungkinan hasilnya serta maknanya.

Kedua interpretasi hasil pemeriksaan genetik harus mengikuti guideline internasional agar akurat. Ketiga interpretasi hasil pemeriksaan genetik perlu didukung oleh database genetik nasional untuk memisahkan variasi genetik yang berdampak buruk terhadap kesehatan dari variasi genetik yang tidak berdampak buruk.

Di akhir pemaparannya, Doktor Ahmad berpesan kepada mahasiswa perlu rajin baca literatur genetik kedokteran terbaru agar mampu mengikuti kemajuan teknologi pemeriksaan genetik dan interpretasi yang akurat.

Dr. Hj. Sri Utami, S.Si., S.H., M.Si.  (Doktor Utami) salah satu peserta mengatakan, seremonial ilmiah ini bermanfaat, bisa belajar lebih dalam interpretasi varian DNA dan bisa mengenal varian DNA lebih detail termasuk penggunaan teknologi terkini.

Doktor Utami menyatakan, tertarik hadir kembali dalam acara ini jika digelar lanjutan. Terutama ada pembahasan kaitan dengan hukum, berupa hak kekayaan intelektual, serta agama dan etika. Termasuk independensi interpretasi varian DNA agar tidak disalahgunakan, sehingga dikembangkan sistemnya termasuk law enforcement.

Seminar DNA Variant Interpretation digelar M.Biomed, terasa sangat istimewa. Selain tampilnya pembicara hebat, juga karena  Rektor Universitas Yarsi, Prof. dr. Fasli Jalal, Ph.D., Ketua Pembina Yayasan Yarsi, Prof. dr. Jurnalis Uddin, P.A.K, dan Ketua Pengurus Yayasan Yarsi, dr. Shanti Jurnalis, Sp.A., M.Kes. turut bergabung. Mereka dari awal hingga akhir hadir sebagai peserta (Usman).