Seperti diketahui bahwa India melaporkan letusan kasus penyakit akibat virus Nipah, yang dilaporkan terjadi pada 5 orang yang diduga menular melalui infeksi nosokomial di dalam rumah sakit.
Pemerintah Thailand melakukan upaya pencegahan penularan ke negaranya dengan serius. Bahkan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul pada 25 Januari 2026 dua hari yang lalu mengeluarkan pernyataan khusus tentang penyakit ini. Disebutkan oleh Perdana Menteri bahwa Thailand belum ada kasus penyakit virus Nipah ini, tetapi Thailand meningkatkan monitor kesehatan masyarakat dan skrining. Perdana Menteri juga memberi instruksi pada Kementerian Kesehatan Masyarakat (“Ministry of Public Health”) Thailand mendapat penanganan selanjutnya.
Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand melaporkan bahwa data sampai 27 Januari 2026 hari ini maka mereka sudah melakukan skrining virus Nipah pada lebih dari 1.700 penumpang pesawat udara yang datang dari Kolkata. , India, ke tiga bandara mereka, Suvarnabhumi, Don Mueang dan Phuket, dan sejauh ini memang belum ada kasus positif. Untuk pelaksanaan skrining ini maka Menteri Kesehatan Masyarakat Thailand Phatthana Phromphat bekerja sama dengan Deputi Perdana Menteri / Menteri Perhubungan Thailand Phiphat Ratchakitprakarn serta otoritas bandara setempat, jadi dilakukan dengan amat serius.
Departemen Pelayanan Medik (“Department of Medical Services”) Thailand juga sudah menginstruksikan tiga Rumah Sakit mereka, yaitu Rajavithi, Lerdsin dan Nopparat Rajathanee, untuk mempersiapkan ruang isolasi dan tim dokter spesialis bila nantinya ada kasus suspek dan terkonfirmasi yang dideteksi.
Selain skrining dan penyiapan rumah sakit maka pemerintah Thailand melalui Departemen Pengendalian Penyakit (“Department of Disease Control”) menyatakan bahwa Thailand secara ketat melakukan monitoring penyakit virus Nipah dengan pendekatan Satu Kesehatan (“One Health”) yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan dan kesehatan lingkungan.
Kegiatan pencegahan yang dilakukan oleh pemerintah Thailand di atas menunjukkan upaya pemerintah setempat untuk melindungi warga negaranya. Mungkin baik kalau dipertimbangkan tentang kegiatan yang dapat dilakukan juga di negara kita.
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes
Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 – PERSI dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025


