Percaya Diri dan Nikmati Belajar Kedokteran, Insya Allah Tahun 2029 Raih Dokter

Parasitologi, materi menarik untuk dipelajari. Pasalnya banyak membahas organisme dan penyakit berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, serta lebih mudah dipahami dan diingat.

Sementara Fisiologi termasuk sukar, karena materinya cukup banyak dan perlu memahami mekanisme tubuh secara detail. Sedangkan mikrobiologi penyebabnya banyak istilah dan jenis mikroorganisme yang harus dihafal.

Sisi lain, selama belajar di Fakultas Kedokteran(FK) ada pengalaman menyebalkan ketika banyak tugas dan ujian datang secara bersamaan hingga melelahkan. Karena harus membagi waktu belajar, mengerjakan tugas, dan mempersiapkan ujian dalam waktu yang singkat.

Ada kesukaran dan suasana menyebalkan dalam belajar, tidak boleh menyerah,Tahun 2029 Insya Allah bisa ikut sumpah(baiat) dokter. Solusinya dengan belajar bertahap, buat rangkuman, gunakan metode hapalan visual , buat tabel perbandingan dan mengulang materi secara rutin.

“Semua diatas itu dinamika belajar di kedokteran,” ungkap mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi, Halillah Tyankara Sartika (Halillah) ,minggu lalu di Jakarta.

Menurut  Halillah, mewujudkan cita-cita jadi dokter butuh perjuangan besar dan proses panjang dan minta pertolongan serta doa. Mahasiswa harus menyelesaikan banyaknya pelajaran, tugas akademik,ujian-ujian dengan waktu bersamaan. Harus meraih sarjana kedokteran dulu, melakukan intership selama dua tahun, setelah ikut ragam ujian berat. Jika dinyatakan lulus barulah bisa ikut baiat dan raih gelar dokter.

Motivasi kuliah kuliah di FK karena tertarik mempelajari ilmu kesehatan, niat membantu orang lain, serta ingin membanggakan dan memenuhi harapan orang tua. Selain itu punya rencana mengembangkan diri

agar dapat menjadi tenaga kesehatan bermanfaat bagi masyarakat.”Profesi dokter bukan sekadar pekerjaan bidang kesehatan, tetapi juga bentuk pengabdian Masyarakat,” cakapnya

Kini seorang dokter tidak cukup hanya memiliki kemampuan medis. Tapi juga harus mampu berkomunikasi dengan baik, punya empati terhadap pasien, dan siap mengikuti perkembangan teknologi kesehatan. Dengan dukungan keluarga serta usaha terus menerus, optimis dapat mewujudkan cita-citanya menjadi dokter profesional.

Tidak berhenti disitu, Halillah bertekad setelah jadi dokter ingin melanjutkan pendidikan dokter forensik yang dapat berperan dalam membantu proses penegakan hukum melalui ilmu kedokteran. dan bermanfaat bagi banyak orang.

Karier dokter di masa datang akan makin berkembang dan memiliki tantangan lebih besar, seiring kemajuan teknologi dan ilmu kedokteran. Dokter dituntut terus belajar, beradaptasi, punya kemampuan interaksi dan empati agar dapat memberikan pelayanan kesehatan baik kepada masyarakat

Oh ya, belajar di kedokteran ada satu pengalaman membekas sekali ,saat pertama kali  kegiatan skill laboratorium. Perasaan gugup sekaligus antusias muncul saat mempraktikkan keterampilan medis secara langsung. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen semakin memperkuat keyakinannya serius menekuni dunia kedokteran.

“Kuliah di kedokteran harus bisa mengatur waktu. Tidak melulu 24 jam belajar tapi harus ada waktu istirahat,”cakap Halillah asal kota Pangkalpinang

Halillah mengatakan, diluar aktivitas akademik, mengisi waktu luang  dengan membaca buku dan nonton film. Tujuannya mengurangi rasa lelah sekaligus memperluas wawasan. Selain itu terus melatih kemampuan bahasa Inggris melalui lagu, film, dan percakapan sehari-hari agar lebih percaya diri dalam mendukung pendidikan dan kariernya di masa depan.

Sesama pejuang meraih dokter  termasuk para junior tetap semangat dan disiplin belajar, karena Allah sudah membawa kita sampai di titik ini, berarti kita pasti mampu melewati setiap prosesnya. “Tetap percaya diri pada kemampuan diri dan nikmati perjalanan belajar kedokteran,insya Allah kita tahun 2029 Raih dokter, semoga,” tutup Halillah yang berhijab. ( Mahasiswa kedokteran, Halillah Tyankara Sartika)