Dalam pembukaaan World Health Assembly (WHA) ke 79 pada 19 Mei 2026 kemarin DirJen WHO menyampaikan lima perkembangan terakhir yang perlu kita cermati tentang Ebola yang dinyatakan PHEIC oleh WHO pada 16 Mei 2026.
Pertama, selain kasus terkonfirmasi yang sudah resmi dilaporkan maka kini ada lebih dari 500 kasus supek dan 130 kematian yang juga suspek Ebola. Dirjen WHO mengatakan kemarin bahwa angka ini akan meningkat di hari-hari mendatang. Ke dua, kasus Ebola sudah dilaporkan di daerah perkotaan (urban), yaitu Kampala dan kota Goma.
Ke tiga, sudah ada laporan kematian pada petugas kesehatan, yang tentunya mengindikasikan penularan di fasilitas kesehatan. Ke empat, di are terjangkit cukup banyak terjadi pergerakan masyarakat. Juga ada gangguan keamanan dan konflik di beberapa area daerah terjangkit, dan ada lebih 100.000 warga yang dalam pengungsian. Juga ada daerah pertambangan, yang juga banyak terjadi pergerakan orang dan peningkatan kemungkinan penularan.
Ke lima, wabah Ebola kali ini disebabkan oleh virus Bundibugyo dimana belum ada vaksin dan obatnya.
Dengan lima perkembangan ini maka tentu kita harus lebih meningkatkan pengawasan dan mempersiapkan kegiatan antisipasi yang diperlukan.
——–
Prof Tjandra Yoga Aditama
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia
Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes
Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat, Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 – PERSI dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025


