JAKARTA – Universitas YARSI menggelar pengabdian masyarakat bertajuk Optimalisasi Lahan Fasum untuk Pemberdayaan Ekonomi Petugas Kebersihan dan Keamanan: Budidaya Tanaman Herbal sebagai Solusi Kesehatan Masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Mushola Al Barokah dilanjutkan kunjungan ke Taman Herbal Surgawi Nusantara, Perumahan Banjar Wijaya, Tangerang. Kegiatan ini dipimpin oleh Juniarti, Kepala Pusat Penelitian Herbal Universitas YARSI.
Program ini menggabungkan tiga aspek utama pemberdayaan masyarakat, inovasi lingkungan, dan literasi herbal yang dipadukan dengan nilai-nilai Islam dan semangat kemandirian ekonomi.
“Kami ingin membuktikan bahwa ilmu di kampus bukan hanya untuk ruang kuliah. Melalui taman herbal ini, masyarakat bisa belajar, mahasiswa bisa meneliti, dan lingkungan bisa tumbuh sehat serta produktif,” ujar Juniarti, yang juga dosen pengampu blok Fitofarmaka dan kuliah elektif kepeminatan herbal di Fakultas Kedokteran YARSI.
Taman Herbal sebagai Laboratorium Hidup Taman Herbal Surgawi Nusantara kini menjadi laboratorium hidup yang menyatukan sains dan spiritualitas. Setiap tanaman diberi barcode yang dapat dipindai pengunjung untuk mengakses poster dan video edukatif berisi nama lokal dan latin, khasiat, efek samping, hingga cara pengolahan herbal.
Konten digital ini disusun oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran YARSI sebagai bagian dari pembelajaran kuliah elektif herbal. Dengan demikian, taman ini menjadi wahana nyata bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari alam, sekaligus mengabdi kepada masyarakat melalui literasi kesehatan.
“Mahasiswa berperan bukan hanya menanam, tapi juga membuat materi edukatif. Anak-anak dan masyarakat bisa belajar sambil bermain. Beginilah cara kami membumikan ilmu,” tambah Juniarti.
Eco-Enzyme: Dari Sampah Jadi Berkah
Salah satu kegiatan unggulan dalam program ini adalah pelatihan pembuatan Eco-Enzyme, cairan fermentasi organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.
Narasumber utama, Sutini Wardi, praktisi sekaligus produsen eco-enzyme, membagikan formula sederhana 1:3:10 satu bagian molase (gula merah), tiga bagian sisa buah, dan sepuluh bagian air.
Hasil fermentasi ini menghasilkan cairan serbaguna yang bisa digunakan untuk pupuk organik, pembersih rumah tangga, penjernih air, hingga pengurai limbah.
“Saya mulai dari dapur rumah. Kini eco-enzyme yang saya hasilkan ditampung oleh pembeli. Dari sampah dapur, Allah bukakan jalan rezeki,” ujar Sutini.
Selain itu, Sutini juga memproduksi mol , POC (pupuk organik cair), dan kompos padat, yang kini mulai dipasarkan secara luas. Taman Herbal Surgawi Nusantara memanfaatkan hasil olahan ini untuk pemupukan, termasuk pupuk cair berbasis enzim EC4 yang dicampur dengan limbah taman dan air sebanyak 20 liter.
Kegiatan ini terselenggara lewat bantuan dari Hibah Dikti melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Digital Marketing: Dari Lokal ke Global
Agar hasil produksi masyarakat dapat menjangkau pasar yang lebih luas, kegiatan ini juga menghadirkan pelatihan digital marketing bersama Muhammad Ghazali, pakar dan praktisi pemasaran digital.
“Kuncinya bukan sekadar menjual produk, tapi mendidik pasar. Gunakan media sosial untuk memberikan edukasi, bukan klaim berlebihan,” ujar pak Ghazali. Ia menjelaskan langkah-langkah praktis memasarkan produk melalui Instagram, TikTok, dan WhatsApp Business, serta cara membangun kepercayaan pelanggan melalui storytelling dan konten edukatif.
Universitas YARSI mengintegrasikan nilai Islam dalam setiap kegiatannya. Taman ini menanam berbagai tanaman yang disebut dalam Al-Qur’an dan sunnah seperti zaitun, delima, dan jahe sebagai simbol keberkahan, kemandirian, dan keteladanan Rasulullah.
“Menanam adalah ibadah. Setiap daun yang tumbuh membawa pahala dan manfaat. Kami ingin taman ini menjadi contoh bagaimana iman, ilmu, dan amal bisa berpadu membangun kesejahteraan,” ungkap Juniarti.
Kegiatan ini didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dalam program Hibah Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat.


