Ilmu Biomedis ,salah satu ilmu pengetahuan dasar (“basic science”) amat penting. Laman University of Oxford Inggris menuliskan Ilmu biomedis berfokus pada bagaimana sel, organ, dan sistem berfungsi dalam tubuh manusia.
“Ini bidang menarik dan dinamis sangat relevan dengan pemahaman dan pengobatan penyakit manusia.” ujar Direktur Pascasarjana Universitas Yarsi, Prof.dr. Tjandra Yoga Aditama,Sp.P(K),MARS (Prof Tjandra) saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsorsium Ilmu Biomedis Indonesia (KIBI), Senin,6 Mei 2026 di Universitas Yarsi
Lebih lanjut, dalam laman Curtin University Australia menyebutkan,ilmu biomedik merupakan tempat bertemunya perawatan kesehatan dengan ilmu pengetahuan. Bidang ini melibatkan studi tentang tubuh manusia, meneliti penyebab mendasar penyakit untuk mengembangkan pengobatan dan tindakan pencegahan yang efektif.
Prof Tjandra juga Adjunct Professor Griffith University Australia menerangkan, pendidikan sarjana, magister dan doktor Biomedis dilakukan di berbagai universitas di negara kita. Perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan punya tanggung jawab mengimplementasikan Tridharma Perguruan Tinggi (PT) secara optimal, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian Masyarakat. “Tentunya termasuk dalam pengembangan ilmu biomedis,” cakapnya
Menurut Prof Tjandra ,untuk mencapai hal tersebut, diperlukan sinergi dan kolaborasi kuat antar institusi PT. Dalam hal ini, kita sudah memiliki Konsorsium Ilmu Biomedis Indonesia (KIBI) merupakan wadah strategis menghimpun berbagai program studi(Prodi) dan pemangku kepentingan di bidang ilmu biomedis di Indonesia.
Ketua KIBI, Prof.Dr.ret.nat.Dra.Asmarinah, MS (Prof Rina) menambahkan, KIBI merupakan organisasi keilmuan dibentuk memperkuat sinergi antar Prodi ilmu biomedis di Indonesia dalam Tridarma PT ( bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada Masyarakat).

Sejak konsolidasi pengurus tahun 2023, KIBI telah menetapkan visi menjadi organisasi keilmuan biomedik dan kedokteran terintegrasi nasional dan global untuk mendukung kemajuan ilmu kedokteran dan kesehatan melalui kerja sama tridharma tingkat nasional dan internasional.
Dalam menjalankan misinya, KIBI aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan mendukung peningkatan kualitas pendidikan peserta didik, penguatan tata kelola akademik, pengembangan jejaring penelitian, serta perluasan kerja sama internasional.
Menurut Prof Rina, KIBI teleh berusia 10 tahun. Selama satu dekade terakhir, KIBI menunjukkan pertumbuhan signifikan. Tahun 2024, KIBI memiliki 26 program studi anggota, terdiri atas 18 Program Magister dan 8 Program Doktor dari 20 institusi. Hingga tahun 2025, jumlah anggota meningkat menjadi 38 program studi terdiri atas 4 Program Sarjana, 23 Program Magister, dan 11 Program Doktor dari 26 universitas di Indonesia.
“Pertumbuhan ini cermin makin kuatnya kebutuhan akan kolaborasi nasional dalam pengembangan ilmu biomedis dan kedokteran di Indonesia,” tutur Prof Rina juga Head of Doctoral Program in Biomedical Science Faculty of Medicine Universitas Indonesia.
Lebih jauh, dalam bidang pendidikan, KIBI telah berhasil merumuskan Kurikulum Inti Nasional KIBI untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor Ilmu Biomedis disahkan pada 19 Juni 2025 sebagai upaya harmonisasi mutu pendidikan biomedis nasional.
KIBI juga aktif mendukung penjaminan mutu dan akreditasi Prodi melalui berbagai pendampingan dan kolaborasi dengan asesor senior nasional.
Di tingkat internasional, KIBI terus memperluas jejaring kerja sama akademik dan riset dengan berbagai institusi luar negeri. Tahun 2019 KIBI telah menjalin Memorandum of Understanding (MoU) dengan Tsukuba University Jepang. Menandatangani kerja sama dengan NICM/Western Sydney University Australia pada Mei 2025, serta mengembangkan rencana kolaborasi riset leptospirosis bersama IRIA–Akkon University Jerman. “Kemudian KIBI juga menjalin kerja sama dengan DIGM dan Universitas Münster, Jerman,” katanya.
KIBI juga aktif membangun komunikasi strategis dengan berbagai mitra nasional dan internasional, termasuk audiensi bersama IRIA, Akkon University, dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait penguatan kerja sama Tridharma, pengembangan sumber daya manusia, dan isu prioritas kesehatan seperti tuberkulosis dan stunting.
Di Usia 10 tahun, KIBI 11-12 Mei 2026 menggelar Rakernas ke XVI di Universitas Yarsi dan Pengabdian Masyarakat Nasional V pada 13 Mei di Kecamatan Parongpong, Lembang, Jawa Barat, berkolaborasi dengan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung.
Perhelatan diikuti 38 program studi, jenjang S1, S2 (magister) dan S3 (doktor) Biomedis dari 26 universitas pemerintah dan swasta di seluruh Indonesia
Sementara, Rektor Universitas Yarsi,Prof.dr Fasli Jalal,Ph.D (Prof Fasli) mengatakan di Universitas Yarsi pengembangan ilmu biomedik, ada di jenjang pascasarjana. Keberadaan ini relevan di Indonesia yang menuju kedokteran dan layanan kesehatan presisi. Apalagi Indonesia masih menghadapi ragam penyakit menular seperti Tubercolusis tinggi, semakin membutuhkan pengobatan presisi.
Menurut Prof .Fasli yang juga Wakil Menteri Pendidikan nasional tahun 2010, keilmuan biomedik di Universitas Yarsi, antara lain menyiapkan patolog (tenaga mendiagnosis penyakit melalui pemeriksaan di laboratorium) dengan memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dan kemampuan analisis yang presisi.
Peran dari tenaga biomedis dapat membantu para dokter terkait untuk memberikan obat apa tepat pada pasien. “Dengan bantuan AI, kemampuan dokter dan dukungan diagnosis dari tenaga biomedis yang tepat, pengobatan presisi untuk pasien meningkatkan kesembuhan,” kata Prof Fasli.
Selamat dan sukses Rakernas KIBI XVI, semoga memberi hasil nyata bagi pengembangan ilmu biomedis di Indonesia dan terwujud peningkatan derajat kesehatan bangsa kita.
Rakernas XVI dan Pengmasnas V bukan sekadar perayaan, tetapi tonggak baru bagi KIBI memperkuat sinergi nasional, memperluas jaringan riset internasional, dan meneguhkan perannya sebagai pemimpin kolaborasi ilmu biomedis di Indonesia.
Rakernas KIBI diresmikan Rektor Universitas Yarsi dan dihadiri Ketua Pembina Yayasan Yarsi Prof.dr.Jurnalis Uddin,PAK (usman )


